Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 September 2012

KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA



Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir
aku harus bagaimana?

kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai
kau ini bagaimana?

kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan
aku harus bagaimana?

aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
kau ini bagaimana?

kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
aku harus bagaimana?

aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain
kau ini bagaimana?

kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
aku harus bagaimana?

aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya
kau ini bagaimana?

kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
aku harus bagaimana?

aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab
kau ini bagaimana?

kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
aku harus bagaimana?

aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
kau ini bagaimana?

kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
aku harus bagaimana?

kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
kau ini bagaimana?

aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?
Sabtu, 03 Maret 2012

Kaka..

Kaka..
Ku tau tak mudah menapakki setiap jalanmu
Ataupun melewati kerapuhanmu,Keraguanmu,
Pun ketakutanmu
Sungguh kumengerti kaka..

Kaka..
Genggamlah jemariku
Oh kaka percayalah
Tuhan takpernah terlelap
Ia akan setia menghitung
titik peluh keringat perjuanganmu kaka..

Kaka..
Saat kau desahkan jutaan pinta padaNya
Tuhan takkan melewatkan 1 katapun
untuk mendengarmu kaka..

Kaka..
Detakmu masih berdesis
Langkahkan kaki semampumu kaka..

Sedetikpun aku tak akan pernah diam menatapmu
Akan slalu kutiti langkah disampingmu kaka..

Jika nanti rapuhmu terkuak
Kan kurajut tulang2 rusukku
untuk menguatkan pesakitanmu kaka..

Jika deraimu berurai deras
Kan kupupus senyuman hangat
untuk mendekap kebekuan jiwamu itu
Minggu, 26 Juni 2011

Aku terima (gak tau judul'a i2 ngasal dah)

Denting gerimis bergeming
Turun perlahan beriringan
Kujulurkan jemariku
Merasakan dentuman dibawahnya

Perlahan kuhirup sejuknya
Terpejam menghela udara
Kubuka perlahan kedua bola mataku
Mencoba beranjak ketengah arah

Membiarkan tubuhku tersiram pasrah
Akan dentuman deras melody alam
Bercampur gerimis tangisku meledak
Dalam kesunyian lemahku terkuak

Sebuah batu merajamku keras
Melumpuhkan semua dinding2 kekokohanku
Ah tidak !
Aku tak sanggup
Ya aku memang tak sanggup tanpamu
Kuakui itu
Oh namun kutau ragaku tak berarti untukmu
Kusadari itu

Bahagiamu hanya dengannya
Sungguh kupahami itu
Melangkahlah,aku tak akan menahanmu
Karena bahagiamu hanya dia bukan aku..

By : A.A. Dimas Deva Nugraha Prajaindra

KAKA..

Kaka..
Ku tau tak mudah menapakki setiap jalanmu
Ataupun melewati kerapuhanmu,Keraguanmu,
Pun ketakutanmu
Sungguh kumengerti kaka..

Kaka..
Genggamlah jemariku
Oh kaka percayalah
Tuhan takpernah terlelap
Ia akan setia menghitung
titik peluh keringat perjuanganmu kaka..

Kaka..
Saat kau desahkan jutaan pinta padaNya
Tuhan takkan melewatkan 1 katapun
untuk mendengarmu kaka..

Kaka..
Detakmu masih berdesis
Langkahkan kaki semampumu kaka..

Sedetikpun aku tak akan pernah diam menatapmu
Akan slalu kutiti langkah disampingmu kaka..

Jika nanti rapuhmu terkuak
Kan kurajut tulang2 rusukku
untuk menguatkan pesakitanmu kaka..

Jika deraimu berurai deras
Kan kupupus senyuman hangat
untuk mendekap kebekuan jiwamu itu

By : A.A DIMAS DEVA NUGRAHA PRAJAINDRA