Sabtu, 25 Juni 2011

I Know This is Wedding Early (CERPEN)

I know, this is wedding early

    Apa pernikahan harus di awali dengan cinta? Apa sebuah pernikahan harus di iringi dengan rasa kepercayaan. Mungkin ya bagi orang lain, tapi tidak untuk aku dan Galih. Kami menikah tidak karena cinta, atau rasa sayang seperti pasangan lain. Kami menikah karena tekanan dari Dady dan mamih kami berdua. Orang tua kami memaksa kami untuk menikah di umur 15 tahun. Semuanya karena bisnis orang tua kami, kami tidak tahu mengapa bisnis mereka bersangkut paut dengan kami. awalnya aku menolak seruan mamih ketika mamih memaksa ku untuk menikah dengan Galih, teman sekelas ku sekaligus musuh bebuyutan geng ku di sekolah. tapi…… apa daya, mamih terus memaksa dan dady pun begitu. Akhirnya aku setujuh. Pernikahan ini hanya kedua orang tua kami, aku, Galih, dan Nenek ku yang tahu.

   apa kalian mengira kami adalah pasangan yang serasi? Jawabannya tidak. Kami di tempatkan di satu rumah, satu kamar, dan satu ranjang yang sama. tapi… bukan karena itu kami bisa akrab, dan menjadi pasangan yang romantis. Tidak, setiap waktu ada saja hal-hal yang selalu membuat kami bertengkar, entah karena rebutan remote TV, atau rebutan kamar mandi. Pertengkaran kami selalu berawal dari hal yang sepele, dan di perbesar oleh omongan-omongan kami.
  yang paling menderita di rumah adalah nenek dan mpok Nengsih. Mpok nengsih sebagai pembantu rumah tangga di rumah ku, Ia lah yang paling menderita di rumah. menderita harus membersihkan piring-piring pecah karena pertengkaran kami, dan harus mendengarkan pertengkaran aku dan galih di rumah. dan nenek, nenek orang satu-satunya yang juga menderita karena pertengkaran kami. ya pertama karena harus sering-sering tutup telinga mendengar percekcokan kami, kedua nenek harus marah-marah untuk memberhentikan pertengkaran kami. sungguh hubungan yang tidak harmonis untuk pasangan suami istri yang masih berumur 15 tahun ini.

   Ketika di sekolah, kami seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda kami adalah pasangan suami istri. Ya seperti biasa, di sekolah kami selalu bertengkar. Geng Galih, dan geng ku sudah lama menyimpan dendam kesumat. Kami saling membenci satu sama lain.

**

  “MONA!” sentak galih diiringi dengan gebrakan meja ketika aku sedang duduk santai di halaman belakang sambil menikmati segelas jus jeruk dingin. Aku langsung membuka kacamata hitam ku ketika galih si kutukupret itu menyentak ku.
  “mana Ipod gue?”
  “ipod?”
  “jangan pura-pura gak tahu deh. Mana! Kasih gak?”
 Aku langsung mengeluarkan ipodnya dari saku celana ku. “maksud lo ini?” galih langsung merebutnya dari tanganku. Tapi dengan cepat aku merebutn kembali ipodnya, dan menjauhkanya dari tanganya.
  “eits…… enak ajah lo mau ngambil ni ipod!”
  “ini ipod gue nyet! Kasih gak!”
  “eh, Galih Satrimiharja denger ya nyet! Minggu kemarin lo
   Udah geleng ipod gue pake mobil lo. nah sebagai gantinya
   Lo harus bayar ipod gue dengan cara ipod ini jadi milik
   Gue”
  “itu sih salah lo, kenapa lo jatuhin ipod lo. itu DERITA
   LO”
  “but…… mau gak mau, suka gak suka, ipod ini jadi milik
   Gue Beserta headsetnya”
  “ha? Headset itu harganya 3 juta!, headset itu, headset
   Yang Justin bieber pake di video klip---“
  “alllllaaaaaah…… pedulia amat. Mau yang di pake Justin,
   Atau…… afgan, atau…… siapalah. Yang penting ini udah
   Jadi milik gue!”
  Aku langsung berjalan menuju kamar, dan meninggalkanya di halaman. Tak lama kemudian, nenek menyuruhku untuk menuju ruang makan. “ada apa nek?” aku bergegas duduk di kursi makan.
  “nenek bikinin sup jagung buat kamu dan galih. Kamu mau?”
  “mau dong nek,….” Aku langsung mengambil semangkuk sup untuk ku santap. “mana galih?” Tanya nenek menghentikan ku makan. “hm……. Udah deh nek. Nanti juga ke sini. mona muak liat mukanya” ujar ku kesal
  “kok sama suami sendiri gitu?”
  “nenek, mona dan dia itu menikah bukan karena hati, tapi
   Karena bisnis mamih dan dady di singapur. Mona gak
   Pernah, dan gak akan pernah menganggap galih sebagai
   Suami mona. Karena apa? Karena mona gak cinta sama
   Galih. Walau di status mona adalah sebagai istrinya
   Galih”
 Nenek terdiam, tidak membalas kata-kataku tadi. Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari arah belakang, “galih juga gak pernah dan gak akan pernah menganggap mona sebagai istrinya galih gak akan nek” sambung galih yang tiba-tiba telah berdiri di belakang ku.
   “stop! Nenek bilang stop!” seru nenek mencoba mencegah percekcokan semakin melebar. Aku langsung meninggalkan ruang makan sambil membawa semangkuk sup jagung buatan  nenek. aku berjalan menuju halaman belakang. ku nikmati sup jagung sambil memandangi ikan-ikan yang berenang-renang di kolam. Tampak nenek menghampiri ku dan duduk tepat di sebelahku.
  “nenek, mona gak suka nenek bilang galih itu suami
   Mona. Karena……”
  “apa?”
  “karena mona tahu galih suaminya mona. Dan mona gak suka”
  “bila, Dady dan mamih kamu tidak menikahkan kamu dengan
   Galih dengan umur seDini ini. mungkin kamu gak akan
   Seperti ini.”
  “mereka buta nek, buta karena harta”
  “jangan bilang seperti itu!” seru nenek
  “memang ya bukan? Karena bisnis, karena harta, mereka mau
   Menikahkan aku dengan galih, dengan umur sedini ini”
Nenek terdiam. Hanya menatapku sambil mengelus rambut ku. elusan nenek sangat lembut sekali, seperti elusan mamih dulu ketika aku mau tidur.
  “apa mona akan selamanya bersama galih nek?”
  “maksud kamu?”
  “bertengkar, saling benci, saling maki, sampai tua.
   Menjalani hubungan suami istri dengan tekanan seperti
   Ini. di kelilingi oleh prasaan benci” nenek berhenti mengelus rambutku ketika mendengar ucapan ku, aku langsung mendongak menatap wajah nenek yang lesu dan penuh kerutan di keningnya. “mona gak akan bisa punya anak nek. Kalo harus begini terus. Apa sampai mati mona harus menjalani hari seperti ini? sudah 1 tahun 3 bulan mona menjalani hari dengan status mona sebagai istri sah galih. Tapi sikon, tetap seperti ini”
  “tuhan pasti memberikan sesuatu untuk kamu nak!”
  “maksud nenek?”
  “lihat saja nanti apa yang terjadi di dalam rumah tangga
   Mu. tuhan tidak akan memberikan sebuah tantangan
   Melebihi kemampuan hambanya. Tuhan maha mengetahui,
   Tuhan maha memberi bagi hambanya yang membutuhkan dan
   Ingat denganya!”
  “semoga nenek benar”
Nenek tersenyum, dan langsung meninggalkan ku. aku memang masih cukup muda bila harus memikirkan hal seperti ini. tidak sepantasnya, gadis berumur 16 tahun berfikir sedewasa ini.

  Malampun tiba, ku nikmati secangkir kopi hangat sambil membaca novel di atas ranjangku. Ku selimuti kedua kakiku, rasa dinginnya malam telah merasuki kamar.
  Tiba-tiba galih masuk ke dalam kamar, dan langsung membuka bajunya tepat di hadapanku. “ngapain lo buka baju disini?” tanyaku mencoba menutupi mataku dengan buku
  “gue mau ganti baju nyet”
  “tapi jangan di depan gue dong!”
  “lo istri gue, dan gue suami lo. jadi apa salahnya? Kalo
   Gue ganti baju di depan istri gue sendiri!”
  “ih…… terserah lo ajah. gue mau pindah aja. Ganggu aja lo” aku langsung pergi dari kamar sambil membawa novel dan secangkir kopi hangat. Dan ku banting pintu kamar keras-keras. tampak nenek terkejut mendengar aku membanting pintu. Nanek langsung menghampiriku, “kenapa lagi mon?”
  “itu tuh……. Biasa galih nek”
  “ya sudah, kamu santai-santainya di ruang tengah ajah gih!” seru nenek. tiba-tiba, galih keluar dari kamar dan menyuruhku masuk ke dalam kamar.
  Di kamar aku langsung menyimpan cangkir ku di meja lampu kamar, dan duduk-duduk lagi di atas kasur sambil membaca novel kesayangan ku.
  “lo udah punya pacar ya?” Tanya galih sambil duduk-duduk di sebelahku.
  “kenapa lo nanya kaya gitu?”
  “Cuma nanya”
  “punya, sekarang gak”
  “Leo?”
  “so? Kenapa lo nanya.”
 Galih beranjak dari kasur dan berdiri memandangi pemandangan malamnya bandung dari balik jendela kamar. “apa temen-temen lo ada yang tahu lo istri gue?”
  “gak penting, dan gak usah gue cerita tentang itu.
   Itu Cuma mempermalukan diri sendiri”
  “gue takut, lo di cemoohkan kalo mereka tahu”
  “itu sebabnya, gue gak cerita ke mereka”
  “lo tahu?”
  “apa?”
  “mamih gue….”
  “kenapa?”
  “mamih gue minta…… minta cucu”
 Aku langsung berhanti membaca. Ku hentikan membaca ku. aku tak percaya dengan permintaan frick itu. ku atur nafas ku karena terkejut mendengarnya. Galih tampak ragu-ragu mengungkapkanya. “sejujurnya gue ogah punya anak dari lo!”
  “gue juga ogah, ngandung anak dari lo nyet!”
  “tapi itu permintaan mamih gue”
  “pikir gak sih? Umur gue, umur lo, punya anak? Rasanya aneh banget. gue gak mau. Kasihan sama anak kita nanti, harus dengerin nyokap bokapnya cekcok mulu tiap hari. Kita ajah gak punya anak kaya gini, apalagi kalo punya anak” galih terdiam, ia langsung berjalan menghampiri ku. dan duduk tepat di hadapan ku. “kita terlalu dini untuk mikirin kaya ginian” ujar galih dengan nada pelan
   Aku langsung beranjak dari kasur, dan kelaur dari kamar. Tampak nenek sedang berdiri tepat di depan pintu. Aku dan galih terkejut melihatnya. Aku yakin, nenek mendengar semua percakapan kami tadi di dalam. aku langsung mengajak nenek ke ruang tengah.
   Nenek tampak terus memperhatikan foto praweding aku dan galih memakai gaun pengantin warna putih yang dady pasang tepat di atas sofa. “nenek mendengar ya?”
  “jelas!”
  “mona—“
  “jangan terburu-buru. Benar kata mu! kamu terlalu dini untuk memiliki anak. Kalian belum dewasa, masih masa-masa remaja akhir”


    Keesokan harinya. keempat sahabatku, lisa, chika, ghea, dan dahlia mengajak ku ke café yang biasa kami jadikan tempat hang out. Di sana mereka mengajak ku bermain biliar, untuk menghilangkan stress. Mereka tampak asik membicarakan pacar masing-masing, mulai lisa, chika, ghea, dan dahlia. Aku hanya tersenyum tipis merespon mereka yang sangat mengidolakan pacarnya masing-masing
   “lo gimana mon? udah dapet pengganti Leo? Udah 3 bulan
    Loh…. Lo jomblo. Gak mau nyari lagi?” Tanya chika
   “ya…… lo kan cantik, tinggi, putih, rambut lo panjang,
    Kaya, pinter, lo setengah bule lagi. Siapa sih yang
    Gak suka sama lo? MONALISA SIGIT SAMIHARJA??” sambung chika sambil asik bermain biliar. Aku terdiam, dan tiba-tiba lisa mengagetkanku dengan menepuk keras pundak ku. “gue belum siap punya anak” celetuk ku tiba-tiba. lisa, chika, ghea, dan dahlia terdiam bengong mendengar ucapanku yang terdengar tiba-tiba itu.
   “em…… maksud gue… Em…… gue belum siap punya pacar lagi”
    Ujar ku terbata-bata
   “oh…… kiran gue apa” sambung ghea meneruskan permainanya
   “lo cape ya di sakitin sama cowok?” Tanya dahlia
   “gitu deh……”
   “Leo itu memang brengsek, kok bisa-bisanya dia duain lo.
    Lo sama Fina kan cantikan lo. bener gak lis?”
   “yoyoyo…… dia pasti nyesel tuh!”
 Aku terdiam, ku kembali duduk di meja café dekat tempat semua sahabat ku bermain biliar. Dahlia tampak menghampiriku dan duduk di sebelahku. “lo kok beda si? lagi ada yang lo pikirkan ya?”
  “gak kok, gue lagi……”
  “apa? Gue yakin lo lagi ada something yang gak bisa lo
   Pecahkan. Lo perlu seseorang untuk memecahkanya.”
  “maksud lo?”
  “lo kaya gak tahu gue, gue bisa baca pikiran lo!”
  “berapa persen?”
  “kira-kira 60%, walau tidak bisa secara detail”
  “bagus deh……”
  “kok bagus?”
  “jadi lo gak bisa tahu apa yang gue alami”
  “lo harus bercerita!”
  “kenaap harus?”
  “karena lo butuh itu!”
  “oh ya?”
  “ikut gue!” dahlia langsung menariku ke toilet wanita. Di sana dahlia mengajak ku berbincang santai sambil membetulkan tataan rambut, dan memrapihkan seragam sekolah kami. “gue lihat, lo……”
  “kenapa?”
  “gak mungkin……” dia langsung menggelengkan kepala sambil berusaha membaca pikiran ku.
  “kenapa?” Tanya ku lagi merasa gugup
  “pernikahan? Anak? Dan…… galih?. Lo udah nikah sama galih?” Tanya dahlia. Aku terdiam, mencoba menahan tangis. “lo apsti mau bilang ke mereka! bilang dahlia! bilang! Lo boleh jauhin gue! Ya gue udah nikah sama musuh bebuyutan kita sendiri”
  Dahlia langsung memeluk ku, dan menenangka ku. air mata langsung mengalir membasahi bahu dahlia. “gue gak akan cerita! Gue berani sumpah mon!” bisik dahlia.
  “beneran?”
  “ya…… itu gunanya sahabat!”
  “makasih ya!”
  “sekarang keluarkan apa yang lo rasa! Apa yang lo alamin.
   Lo perlu menangis.”
 Air mataku langsung turun dengan deras, dan dahlia hanya mengelus pundak ku sambil mencoba menyemangatiku. “gue udah 1 tahun 3 bulan nikah sama galih. Pernikahan itu bukan gue atau dia yang mau, tapi orang tua kita yang mau. Gue jujur gak mau kaya gini. Gue ingin kaya kalian, punya pacar, ketawa-ketawa kaya remaja lainya. Sedangkan gue? Setatus gue bukan lajang lagi, tapi menikah. Gue udah jadi istri orang lain. Gue di paksa untuk berfikir 10 tahun lebih tua dari usia gue. Dan, di rumah gue selalu bertengakr dengan galih. 1 tahun lebih geu kaya gitu. Gue…… gue…. Ngiri sama kalian” dan setelah itu aku tidak bisa melanjurkan pembocaraan, air mataku kelaur begitu saja, membanjiri suasana.
   “lo sayang sama galih?”
   “gak”
   “gak?”
   “gue, gue gak pernah sayang dan gak akan pernah sayang
    Sama orang kaya galih. Gak akan. Dari kelas 1 SMA kita
    Kan selalu ada konflik sama gengnya dia, apa lagi sama
    Dia. gue punya kebencian tersendiri”
   “lo masih benci sama kejadian saat mos dulu. Saat rok lo
    Di banjur air kecing sama dia?”
   “ya…… gue masih benci”
   “tapi…… gue yakin suatu hari nanti, cinta bakal datang
    ke dalam rumah tangga kalian”
  aku terdiam. Beberapa menit kemudian, kami memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan kembali bergabung dengan lisa, ghea dan chika yang sedang duduk-duduk di meja café.
  “kok ke kamar mandi ajah lama?” Tanya lisa
  “gue sama dahlia tadi abis ganti pembalut jadi lama”
  “bukanya lo kemarin baru selesei ya?” Tanya chika
   Kepadaku
  “em…… datang lagi”

 Setelah itu, aku dan dahlia pulang terlebih dahulu. Di perjalanan, aku terus menangis dan meneteskan air mata. Aku terus menghapus air mataku smabil mengendarai mobilku. Dahlia terus mengelus pundakku untuk menenangkanku. Saat ini, hanya dahlia yang tahu apa yang terjadi dari keempat sahabatku.
  Setelah mengantarkan dahlia pulang. Aku bergegas pulang ke rumah. tampak mobil dady dan mamih terparkir di teras. Aku langsung turun dari mobil, dan berlari ke dalam. tampak mamih dan dady sedang berbincang dengan Galih di ruang TV.
  Aku langsung menghampiri mamih dan dady, dan memberi mereka berdua kecupan di pipi dan pelukan hangat. “baru pulang anak mamih”
  “tadi presentasi tugas dulu mih…”
  “oh….”
  “mamih dari tadi di sini?”
  “baru 30 menitan lah di sini. dari tadi mamih sama dady
   Ngobrol sama suami kamu”
Galih hanya tersenyum tipis sambil menikmati secangkir the hangat. “mamih kamu tuh, tadi mintanya aneh banget…… masa mamih minta cucu si” celetuk dady. Aku terteguh, dan langsung terdiam.
   “wajar lah mamih minta cucu dad, kan mamih ingin liat
    Mona punya anak”
   “terserah mamih deh” sambung dady
  Aku langsung beranjak dari sofa dan berlari menuju kamar. Di susul oleh galih. Dan di tariklah tangan ku ketika aku akan masuk ke dalam kamar. Nenek tampak memperhatikan ku dari akuarium ikan besar yang berada di pojok ruangan.
   “gue muak! Gak ortu lo, gak ortu gue. Sama ajah minta
    Cucu!. Apa mereka gak liat umur kita? 16 tahun. Tahu
    Apa kita tentang itu!”
   “tapi lo seengganya ngehargai permintaan mamih lo.
    Seengganya lo sabar! Jangan tunjukin keegoisan lo!
    Kalo lo mau tahu, sebenarnya gue muak sama omongan ortu
    Lo yang maksa gue sama lo bulan madu ke Paris”
   “gue mau istirahat! Bilang ke mamih dady gue, gue
    Cape abis bikin tugas di sekolah!” aku langsung memaksanya untuk melepaskan cengkraman tanganya dari pergelangan tangan kanan ku. aku langsung masuk ke dalam kamar dan menghempaskan tubuhku di atas kasur. Melepaskan lelah, dan kesal di kamar ku. ku lemparkan bantal dan guling untuk meluapkan kekesalan ku. tiba-tiba, terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar, “galih…… gue bilang. Gue cape. Gue mau istirahat” tegurku
   “ini mpok nengsih nyonya, mpok boleh masuk?”
   “masuk mpok!”
 Mpok langsung memasuki kamar. Dan perlahan ia menutup pintu kamar. Mpok bergegas menghampiriku, “mpok…… mona cape mpok!” air mataku kembali jatuh membanjiri, di peluklah mpok nengsih olehku.
   “nyonya yang sabar ennya! Mpok selalu ada buat nyonya.
    Jadi nyonya kalo ada apa-apa, bilang ke empok ennya?
    ulah di pendem”
   “Mona cape mpok…… mona ingin kaya yang lain. Bisa bebas.
    Mona belum siap kaya gini. 1 tahun 3 bulan udah cukup
    Bikin mona cape mpok……”
   “ya mpok tau pisan. Nyonya sekarang mah tenangin dulu.
    Tidur heula ennya!”
   “mungkin mpok bener, aku harus nenangin pikiran mona”


  Malampun tiba, ku nikmati malam di halaman belakang. memandangi bintang yang cukup indah sekali. tiba-tiba nenek datang menghampiri. “mona…… gak tidur?”
   “tadi udah tidur 1 jam nek, Cuma bangun lagi”
   “oh……”
    “nek, mona capek!”
    “capek?”
    “mona gak mau gini terus nek, mona ingin bebas. Mona ngiri, lihat temen-temen mona punya pacar, ngomongin pacarnya. Bisa ketawa-ketawa. Tapi mona? Mona harus mikirin rumah tangga mona, keinginan dady dan mamih punya cucu. Dan mona harus mikirin kedepannya. Secara gak sadar, keadaan memaksa mona untuk berfikir lebih dewasa dari umur mona sekarang”

  Beberapa jam kemudian, waktu menunjukan pukul 11 malam. Aku masih duduk di atas kasur sambil menikmati segelas susu hangat yang mpok nengsih buatkan untukku. Tiba-tiba galih mesuk ke dalam kamar. Dan langsung duduk di sebelahku. “mamih baru pulang?” Tanyaku
   “yups……”
   “bagus lah!”
   “lo belum tidur?”
   “belum ngantuk”
  Galih tampak terus memperhatikan wajahku dengan tatapan aneh. “kenapa lo liatin gue kaya gitu?”
   “lo pucet”
   “pucet?”
  Tiba-tiba dia memegang kening dan leher ku untuk menyamakan suhu tubuhnya dengan suhu tubuhku. “lo demam. Biar gue suruh mpok biar compres lo”
   “gue gak sakit!”
   “lo sakit. Udah deh nyet! Jangan bandel jadi anak”
   “tapi gue……” tiba-tiba tubuhku lemas dan terkapar di atas kasur, dengan cepat galih memanggil mpok nengsih untuk mengompres keningku dengan sapu tangan yang telah di rendam air dingin.
   “makanya non, jangan bandel. Jadi weh kaya gini” aku hanya tersenyum tipis mendengar teguran mpok nengsih. Setelah itu mpok meninggalkan ku berdua di kamar bersama galih.
   “lo udah agak mendingan?”
   “udah…”
   “gue rasa lo terlalu banyak pikiran!”
   “gue rasa juga kaya gitu”
   “lo tidur yang nyenyak. Besok lo gak usah sekolah.
    Dari pada lo pingsan di sekolah, yang brabe gue kan.
    Kalo gue nolongin lo nanti pada curiga, tapi kalo gak,
    Gue dosa masa istri sendiri gak gue tolong”
   “ya……ya…… ya…… gue tidur”

   Keesokan harinya, aku terkejut ketika tanpa sadar aku telah terkapar di atas ranjang rumah sakit. Tampak Galih sedang duduk-duduk sambil mengawasi ku. aku brusaha untuk bangun, tapi sebuah selang infuse yang tersabung ke dalam pergelangan tangan ku, telah mencegah ku untuk bangkit dari ranjang rumah sakit. Aku langsung mendongak ke arah galih
   “kenapa gue disini?”
   “kata nenek lo demam tinggi, jadi semalem lo di bawa
    Kerumah sakit. Eh ternyata bukan demam ajah yang lo
    Derita, ternyata usus lo luka”
   “terus lo kok gak sekolah?”
   “gue udah ijin ke sekolah”
   “lo bilang apa?”
   “bilangnya…… gue ke singapur sama mamih”
 Aku terdiam sejenak, dan di bukakanlah jendela ruangan olehnya. Betapa sejuk udara pagi di daerah rumah sakit ini. ku bisa leluasa menghirup udaranya yang segar. “gue mau kelauar” celetukku berusaha untuk bangkit
   Galih langsung menghampiriku, dan memaksakan aku untuk tidur kembali. “tapi gue mau ke laur nyet!”
   “lo masih sakit. Muka lo ajah masih pucat. Lo mau
    Lebih lama di sini?”
   “ya… gak juga sih. Tapi gue—“
   “nah sebab itu lo harus banyak istirahat!” seru galih dengan nada tegas.
   “Agrh…”

   Siang pun tiba, rasa jenuh telah memakan sebagian tubuhku. Aku hanya bisa duduk-duduk sambil mendengarkan ipod milik Galih yang ku rampas. Bosan, jenuh, kesal terus menggrogoti aku di sini. aku ingin berlari keluar, menghilangkan rasa penat. Aku bosan disini, hanya bisa memandang selang infuse, tabung oksigen, dan obat-obatan yang tertata rapih di meja sudut rumah sakit. Dan betapa bosanya aku melihat galih yang tidak beranjak dari temapt duduknya yang tepat di sampingku.tiba-tiba “tok……tok……tok……” terdengar seseorang mengetuk pintu kamar ku. “masuk!” seru galih.
   Betapa terkejutnya galih ketika tahu Dahlia menjengukku dengan membawa seranjang buah-buahan untukku. Teruka lebar mata galih ketika tahu dahlia datang menjenguk istrinya.tapi aku hanya tersenyum, dan menyuruhnya untuk menghampiriku tanpa ada terkejut, dan panic melihatnya datang untukku. Galih tampak heran melihat ku bersikap tenang.
   “tenang galih, gue udah tahu semuanya! Dan gue berani sumpah, gak akan ngebocorin semuanya!”
   Matanya menatapku marah, tiba-tiba galih berdiri dari tempat duduknya. Dan menatap aku dan dahlia dengan tatapan geram. Tanganya mengepal keras, “dasar! Cewek berbibir besar!” ucapnya melupakan rasa kesal kepadaku. setelah itu ia melngkah mundur, dan langsung keluar dari ruangan ku. di susul oleh dahlia. terdengar sekali dahlia menghentikan langkah galih dari luar kamar rumah sakit.
  “ngapain lo nyusulin gue?”
  “gue Cuma mau ngejelasin—“
  “alaaaaaah…… diem lo. lo pasti bakal senengkan, liat
   Nanti reputasi gue di sekolah hancur? Dan satu-satunya
   Orang yang gue benci nanti adalah Mona”
  “lo harus denger gue!”
  “harus?”
  “ya harus, karena lo salah paham!”
  “salah paham maksud lo? salah paham apaan, udah pasti
   Dia ngomong ke lo!”
  “bukan!”
Dia terdiam, dan pembicaraan tiba-tiba terhenti. Entah apa yang terjadi di luar. Aku tetap diam, menunggu pembicaraan itu di mulai. Terasa angina berhembus, masuk ke dalam ruangan, dan mengelus lembut pori-pori kulit ku. dan mengusap halus rambutku.
  “gue tahu! karena dia punya hati, dan pikiran!”
  “maksud lo? gue semakin gak ngerti apa yang lo ucapkan”
  “gue tahu, gue baca pikiran dia!
  “hahahahah, apa lo kira ini lucu?”
  “gue gak kira ini lucu, gue punya mata, hati, dan
   Telinga. Gue punya hati! Gue bisa lihat prasaan dia”
  “lo berani sumpah?”
  “sumpah? Gue berani! Dan sumpah paling tinggi adalah sumpah demi tuhan. Dan gue bersumpah demi tuhan. Gue gak bohong!”
  Dan setelah itu, terdengar suara langkah galih meninggalkan dahlia. setelah itu pembicaraan selesai. Dahlia kembali masuk ke dalam. ia mengambil sebuah kursi dan duduk di sebelahku. “lo padahal gak usah susul dia seperti itu. gue udah tahu, dia bakal seperti itu”
  “dia harus tahu!”
  “dia gak harus tahu! biar dia marah. Dan makin membenci
   Gue”
  “dia harus tahu. dan kalian gak bisa gini terus, satu tahun lebih lo sama dia slaing membenci. Gue gak mau sahabat gue gini terus. Satu setelah tahun bukan waktu yang sebentar mon, selama itu lo di kelilingi rasa kebencian. Gue mau, kebencian itu terhapuskan dari kehidupan kalian. Apa lo mau selamanya gini? Apa lo mau, sampai nenek kakek nanti kalian saling membenci?.”
  Aku terdiam, dan ku pandangi geudng-gedung yang terbentang dari laur jendela rumah sakit.

  Malampun tiba, dahlia sudah lama meninggalkan ku. tak ada seorangpun yang menjagaku di sini, hanya sesekali seorang suster mengecek tabung infuse dan beberapa kondisi tubuhku. Dan setelah itu pergi meninggalkanku dengan senyum ramahnya. atau gak seorang suster yang hanya masuk untuk memberikan makan untukku.
   Aku merasa sepi disini, nenek ke singapure untuk menjalani perobatan di sana. mpok nengsih juga ke singapure untuk mengantarkan nenek. mamih papaih, pastinya sedang sibuk-sibukan di sana mengurusi bisnisnya dengan kedua orang tua galih. Sedangkan galih, dia belum kembali semenjak kejadian tadi pagi. Aku sendiri di sini, seperti sosok yang terbuang. Tidak ada yang menjagaiku di sini.
   Tak lama, galih masuk ke dalam ruanganku dengan wajah dingin dan tak sedikitpun dia memandangku. Dia duduk di sebelahku, dan mengutakatik Iphonenya. Tampak jelas dia masih marah denganku, tak ada satu katapun yang dia keluarkan. Aku terdiam, dank u pandangi jendela kamar yang masih terbuka lebar. Terasa sekali angina malam yang dingin memasuki ruangan. galih langsung menutup jendela dan kembali duduk kembali
  “lo marah sama gue?” Tanya ku dengan nada serak
 Dia berhenti mengutak atik iphonenya, dan mendongak menatapku
  “lo marah sama gue?” Tanyaku sekali lagi
  “menurut lo?”
  “gue rasa lo marah sama gue”
 Dia terdiam. Dan melanjutkan mengutak atik iphonenya. “menurut gue lo wajar marah dan kesal sama gue. Lo marah dengan bibir gue yang besar ini, yang gak bisa di jaga rahasianya. Lo wajar marah. Gue minta maaf sama lo, gue salah”
  “gue gak marah sama lo”
  “ha? Apa?”
  “ya…… gue gak marah sama lo mona”
  “tapi---“
  “sudah, jangan banyak ngomong. Tidur! istirahat.
   Kata dokter besok lo udah boleh pulang.”
  “pulang?” aku bertanya heran. Apa penyakit ku ini bisa sembuh hanya di rawat selama 2 hari?.
  “kenapa? Lo betah tiap malem harus tiduran disini?”
  “ya…… ya…… ya BT banget lah. tapi—“
  “lo bisa di rawat di rumah, nanti 1 suster akan di kirimkan untuk ngerawat lo”

  Keesokan harinya, matahari masi malu-malu terbit dan menyinari bumi pertiwi. ku pandandangi matahari yang masih setengah terbit dari balik jendela kamar sambil duduk di atas kursi roda yang telah rumah sakit sediakan untuk aku, ya…… untuk sekarang aku belum bisa berjalan seperti biasa. Masih ada rasa nyeri-nyeri dikit. Jadi rumah sakit menyarankan untuk sementara aku memakai kursi roda untuk beraktifitas nanti.
  Waktu menunjukan pukul 6.20, hawa dinginnya bandung masih terasa sangat membekukan seluruh tubuhku. Memakai jaket tipis dan celana levis panjang tidka cukup untuk bisa menghangatkan tubuh, karena hawa di sini sangat dingin dari biasanya. Rumah sakit telah mematikan AC ruangan, tapi tetap saja dingin terasa di seluru penjuru ruangan.
  Ku tahan rasa dingin ini, sambil menunggu galih yang sedang memasukan baju-baju dan obat-obatan ke dalam koper coklatku. Dan akhirnya tak alam kemudian, ia selesai membereskan barang-barangku. Dan bergegas membawa aku dan barang-barangku keluar ruangan. ketika kami melewati sebuah lorong rumah sakit, tampak seorang susuter menghampiri kami, dan mengambil alih kursi rodaku. “Biar saya saja yang membawa nyonya mona!” ujar suster bertubuh lebar itu. galih langsung melepaskan kursi roda ku, dan berjalan di sebelah ku sambil menderek koper.


  Di rumah, tampaknya nenek dan bi nengsih sudah menyambut hangat ku dengan senyuman dan pelukan hangat nenek. nenek langsung mengalih alih kursi roda ku dari tangan suster itu. “biar nenek saja yang bawa cucuk nenek ke dalam!” dan nenek membawa ku ke halaman laur dan mengajak ku duduk-duduk sambil merasakan kesejukan yang mulai turun memnajakan ku.
  Butiran air embun yang jatuh dari atas dedaunan pohon dan bunga. Menyegarkan suasana dan mata. Ku pandangi ikan-ikan di kolam yang saling berebut makanan yang nenek kasih sambil berbincang denganku
 “jadi bener nenek yang suruh? Biar mona di rawat di rumah?”
 “ya sayang, nenek yang suruh”
 “kenapa?”
 “karena nenek yakin kamu bosan di sana”
Tiba-tiba suster tadi membawakan aku 2 bungkus obat tablet, dan satu botol obat sirup. “waktunya minum obat nyonya!” seru suster itu dengan senyum ramah dan tatak karma yang cukup sopan
  ”apa mona harus minum obat-obatan ini?”
  “ya… nyonya. Karena obat ini membuat mona sembuh!”
  “apa ada obat yang bisa buat mona langsung sembuh?”
  “saya tidak pernah mendengar obat yang bisa membuat
   Si penderita langsung sembuh langsung, karena perlu
   Peruses nyonya”
  “sudalah mona, minum obatnya!! Biar kamu cepet sembuh” seru nenek menghentikannya. Aku langsung meminum semua obat dengan berurutan, di mulai dari tablet berwarna merah, hijau, dan abu-abu, dan terakhir memunim obat sirup yang rasanya seperti buah apel, yang di campur jamu kencur, dan di tambah rasa min, yang bercambur menjadi rasa yang tidak karuan.

  “apa ada rasa obat yang enak gitu? Rasa obat memang bener-bener pahit”
  “sudalah mona sayang, walau pahit tapi obat itu
   Adalah seperti seorang dokter yang bisa menyembuhkan
   Walau secara perlahan” nenek langsung mengeluas rambut ku, dan tersenyum manis kepadaku. senyum nenek memang bener-bener ampuh untuk menghapus rasa galau di hati. Senyum nenek adalah satu-satunya pencerah di dalam hatiku.

  Tiba-tiba galih mengajak ku ke dalam kamar. Aku tidak tahu untuk apa. Tapi sepertinya ada yang ingin dia katakana kepadaku.
  Di dalam, galih tampaknya ingin berbincang serius dengan ku. “ lo mau apa? Serius amat?”
  “em……“
  “apa?”
  “gue…… gue……”
  “kalo gak penting mending gue keluar ajah deh”
Aku bergegas mendorong kedua roda kursi ke luar kamar, dengan sergap galih menahan ku dan menarik kembali kursi roda ku. “ini penting banget! tolong denger gue! Plis…… hargai gue sekali ajah sebagai kepala keluarga” aku terdiam mendengar seruanya. Kata-kata itu baru aku dengar dari mulutnya, kata-kata yang menunjukan kedewasaan.
  “lo mau ngomong apa?”
  “mamih……”
  “mamih lo apa gue?”
  “dua-duanya mon”
  “ada apa emang?”
  “mereka bener-bener serius ingin minta……”
  “minta apa?”
   “anak mon”
  Aku terteguh mendengarnya. Terkejut. Aku tak menjawabnya, dan bergegas pergi dari kamar, tapi lagi-lagi galih berhasil mencegatku dan menarikku kembali. aku berusaha membrontak, tapi alhasil nihil, dia tetap mampu membuatku diam di tampat. “diam!” serunya dengan tegas
   “gue gak bisa nyet! Apa gampang bikin anak itu? apa
    Gampang kita nyiapin semuanya.”
   “kita punya uang, kita punya semua.”
   “bukan itu…… bukan”
   “terus apa?”
   “apa kita punya cinta buat ngelakuinnya? Apa kita punya
    Cinta buat anak kita nanti? cinta! Modal pertama dalam sebuah hubungan. Kita gak bisa ngasih makan anak dengan uang aja. Dia perlu kasih sayang”
  Dia langsung menggenggam tangan ku, dan menatap tajam kedua tangan ku. “kita harus numbuhin rasa itu!” aku langsung berusaha melepaskan kedua tanganya dengan kasar
   “tapi gue benci sama lo!” galih terdiam, dan berhenti untuk menatap ku. “ susah melupakan rasa benci itu! lo inget? Saat lo banjur rok SMP gue dengan air kencing? Lo inget, gara-gara ulah lo gue jadi di hukum hormat di tiang bendera sama pak usman guru Fisika kita. Apa lo masih—“
  Galih langsung menutup mulutku dengan satu jarinya. “ gue inget! Jadi gak usah lo ingetin lagi!”
  “bagus kalo lo inget! Jadi samapai kapan pun! Lo gak bisa
   Buat gue suka sama lo, apa lagi sayang sama lo!”
  “ok!”
  “ok?”
  “ya…… ok. lo gak bisa jatuh cinta sama gue buat hari ini,
   Tapi nanti, gue gak bisa menjamin itu. karena……” dia langsung mendekati wajahku, hingga berjarak jari. “cinta bisa datang tiba-tiba. dan lo gak bisa nolak rasa itu!” dan dia kembali menjauh dari ku, aku langsung keluar dari kamar, tampak nenek sedang duduk di sofa dekat pintu kamar. Aku berhenti sejenak, dan kembali mendorong roda kursi ku menuju balkon rumah. ku pandangi rumah-rumah yang berhjejer, dan pepohonan yang tinggi merindangkan perumahan.
  Tampak nenek mendekat, dan berdiri tepat di sebelahku. Dia dim, tidak berkata-kata. Terasa jelas angina berhembus menghempas tataan rambutku. “nenek denger!”
  “mona tahu nenek denger”
  “maafkan nenek ya sayang!”
  “sudah seharusnya nenek tahu!” jawab ku, pandangan k uterus lurus ke depan, memandangi pepohonan yang menjungjung tinggi. “kamu pasti bisa jatuh cinta sama galih!”
   “kata siapa?”
   “kata nenek”
   “apa nenek bisa menjamin mona bakal suka sama dia?”
   “nenek bisa menjamin itu sayang. Dia laki-laki nakal, tapi dia anak laki-laki yang bertanggung jawab dengan ucapannya. Dia adalah laki-laki yang cerewet, tapi dia laki-laki yang bertanggung jawab dengan statusnya sebagai suami seorang gadis kecil berumur 16 tahun. Dia adalah laki-laki yang hebat. Dia bisa berbicara dewasa, dan bertingkah dewasa lebih dari umurnya. Jarang nenek lihat laki-laki seperti itu. kamu bruntung mona!” aku terdiam, dan langsung mendongak menatap nenek. “nenek yakin kamu bisa jauth cinta sama dia. karena cinta datangnya bukan secara tiba-tiba. cinta takan datang tanpa sebab. Galih akan membuat kamu suka sama dia! lihat nanti!”


    2 hari kemudian, dokter sudah mengijinkanku untuk bersekolah. Dengan catetan, aku harus membawa obat-obatan ku untuk di minum setelah makan siang. Akupun telah lepas dari kursi roda, dan dapat berjalan seperti biasa.

   Di sekolah, semua sahabatku, Dahlia, Ghea, lisa, Chika tampak menyambut hangat aku di sekolah. mereka memeluk ku, dan mengajak ku ke tempat biasa kami nongkrong bersama. Di sana kami bercanda ria, saling membicarakan hal-hal yang terjadi ketika aku tidak masuk sekolah. “kemarin kok aneh ya?”
  “aneh kenapa si chika?” Tanya ku
  “waktu lo gak masuk……, kok si monyet galih juga kagak
   Masuk? Sekarang…… lo masuk, dia juga masuk”
  “ya juga ya, aneh banget. kalian itu kaya yang janjian”
   Sambung ghea sambil memakaikan roll rambut di poninya
  “ah itu Cuma prasaan kalian ajah kali!” ujar dahlia
 Aku hanya dia, dan tersenyum tipis. Tiba-tiba segrombol geng gong yang di pimpin oleh galih datang duduk tepat di depan kursi taman yang kami duduki. Tak sedikitpun galih memandang ku. aku bergegas pergi dari taman, dan diikuti oleh keempat sahabatku. “GUE PASTI BISA BUAT LO SUKA SAMA GUE!” celetuk galih menghentikan langkahku. Semua sahabatku mendongak menatap sinis galih. Dengan cepat ku langkahkan kaki menjauh dari taman, menuju kelas.

   Sepulang sekolah, dahlia dengan cepat berlari menghampiriku. Memberikan suret edaran sekolah kepadaku. “lo ikut ya buat Studytour ke jogja. Gue mohon!” ujar dahlia memohon kepadaku sambil menarik-narik tangan kanan ku
  “biayanya murah sih……”
  “jadi lo ikut ya? Lisa, chika, ghea ikut kok!”
  “em……”
  “ayolah! Ikut……!”
  “ya deh gue ikut demi Dahlia sahabat gue!” aku langsung merangkul pundak dahlia. tampak dahlia senang ketika aku menerima ajakanya. “3 hari lagi kita meroket ke jogja pake bus sekolah.”
   “3 hari lagi?”
   “kenapa?”
   “gak kenapa-kenapa kok!”
   “ gue bisa tebak, tanggal 25 itukan tanggal kalian
    Nikah! Ya kan?”
 Aku langsung menutup rapat bibir dahlia dengan kedua tanganku. “jangan keras-keras” bisikku pelan. Setelah tiu aku langsung melepaskanya.


   3 hari kemudian, “Hari ini kita pergi ke jogja! Semangat semua!” kata Bu Firni guru olahraga ku sekaligus sebagai pemandu perjalanan. Semua anak-anak dengan semangat dan serentak berteriak semangat, dan bertepuk tangan bersama. Aku dan dahlia duduk di sebelah kanan baris ketiga sejajar dengan kursi dimana galih dan temanya tyo duduk. Di perjalanan bu firni dengan semangat memandu anak-anak kelas 11 di bus 1 dengan tepukan semnagat dan nyanyian anak pramuka. 2 jam kemudian, bus telah sampai di kota ciamis, dan tampaknya bu Firni dan beberapa anak telah lemas, dan tidak bersemangat. Bu firni duduk di kursi pertama dekat supir bus sambil mengipas-ngipas lehernya yang tampak bercucuran kringat.
  “tadi ajah di gerbang sekolah semangat luar biasa.
   Jah.. baru sampai Ciamis udah kendor tuh semangat” celetuk dahlia sambil memandang beberapa kartu tarotnya
  “maklum lah, 2 jam triaktriak di depan gimana gak cape.
   Lagian cuaca di ciamis panas banget ih……”
 Aku ambil sebuah kipas kecil elektronik bergambar micky mouse dari tas ransel ku, dan ku nyalakan untuk menghilangkan kringa-kringat dan rasa panas yang menjalar. Ya tuhan…… kami di bus bagaikan sebuah makanan nikmat yang sedang di kukus di dalam oven sepanas 100 C. betapa panasnya hari ini. beda dengan tadi di bandung, walau panas tetap sajah udaranya sejuk dan menyegarkan.

    4 jam perjalanan, kami sampai di kota gombong jawa tengah. Tak ku sangka perjalanan sesingkat ini, biasanya bila ke jogja memakai mobil perjalanan terasa lama sekali.

   Dan bus berhenti di kota gombong, sekolah memberi waktu untuk istirahat selama 30 menit. Aku dan dahlia tetapa di bus. Tampak galih berdiri dan berjalan menghampiriku. Ku menjoba membuang muka di hadapanya. “nyamperin lo tuh!” bisik dahlia cengengesan. Untung saja dia menghampiriku ketika anak-anak sedang kelauar bus untuk beristirahat, jadi tidka ada yang juriga
   “gak keluar?” dia langsung duduk di depan kursi yang ku duduki, dan mendongka ke arahku. Aku tetap tak memandangnya, ku pandangi anak-anak sedang beristirahat sambil merasakan suasana kota gombong.
   “udara di bus panas banget, lebih baik lo sama dahlia
    Keluar deh! Mumpung masih ada waktu istirahat” seru galih memujuk ku dan dahlia. “dia lagi gak mau keluar. Mending lo aja deh yang keluar!” jawab dahlia sambil mengelus pundak ku. tiba-tiba ghea, lisa, dan chika masuk ke dalam bus dan memergoki galih sedang memujuk ku.
  “eh ngapain lo disini?” kata ghea denga suara lantang
  “jangan-jangan lo mau jailin mona ya? Ngaku lo!” sambung chika sambil menikmati snak jumbo yang dia genggam di tangan kirinya.
  “kalo lo gak ada maksud buat ganggu mona, lo berdiri dari
   Situ, dan pergi dari bus ini!” gertak ghea dengan nada keras. galih bergegas berdiri dari kursi yang ia duduki dan beranjak ke luar bus dengan langkah kesal, lisa memandang iba galih. Tatapanya beda sekali, biasanya dia paling hobby mencacimaki galih di depanku, tapi kali ini dia beda.

  Aku terdiam ketika ghea, hanya bisa memandangi galih yang kesal dengan ucapan ghea yang kelewat kasar. Apa yang mereka akan lakukan bila tahu, galih bukan sekedar musuh, tapi dia musuh terbaik ku. musuh sekaligus suami ku. mungkin mereka tidak akan mengusir galih seperti tadi, mungkkin juga mereka tidak akan sekasar itu kepadanya. suasana bus yang sepi, dan hanya ada kami berlima. Apa ini waktu yang tepat untuk aku mengungkap kan sesuatu tentang status ku yang sebenarnya.
  Dahlia tiba-tiba menggenggam tangan ku. “jangan lo kasih tahu sekarang! Bukan waktu yang tepat!” bisik dahlia pelan sekali. dan setelah itu aku mencoba melepaskan genggamanya.

  20 menit kemudian, semua murid memasuki busnya masing-masing dan perjalanan di lanjutkan kembali. bu firni tampak kembali memandu perjalanan dengan semangat. “lo sakit ya? Kok murung mulu?” Tanya dahlia sambil mengecek suhu tubuhku dengan rabaan tanganya.
  “gue gak sakit”
  “tapi lo pucat!”
  “tapi gue gak sakit dahlia”
  “muka lo pucet mona, dan--!”
  “stop!” triakan ku mungkin terllau keras, membuat bus tiba-tiba terhenti dan bu firni terdiam sejenak setelah mendengar teriakan ku. semua anak ikut terdiam dan memandang ku. “kenapa?” Tanya bu firni. Aku menggelengkan kepala ku, dan kembali menundukan kepala ku. setelah itu bus kembali melanjurkan perlajanan. Dan bu firni kembali memberikan yelyel dan ocehan-ocehan di depan.
 “ya sudah kalo lo sakit, ngomong ya! Gue pasti Bantu lo!”
  Ujar dahlia dengan suara lembut. Aku hanya mengangguk dan kembali menunduk.

   4 jam kemudian, akhirnya kami smapai di kota jogja tepatnya di depan hotel yang jaraknya tidka jauh dari candi borobudur. Semua murid di harapkan turun dengan membawa bawaanya masing-masing. Ketika turun dari bus, tiba-tiba perut ku merasa nyeri, dan kepala ku pening berat. Ku langkah kan kaki ku untuk berbaris di depan bus, tiba-tiba tubuhku lemas, dan akhirnya aku tergeletak tepat di depan pintu bus. Semua tiba-tiba gelap, aku hanya bisa mendengar suara orang-orang panic, dan suara galih serta dahlia yang tak kalah terkejurnya melihat aku tiba-tiba tergeletak di depan pintu bus sekolah.

**

    Perlahan ku buka kedua mataku, tampak dahlia, chika, lisa, ghea, dan galih sedang berbincang serius di sofa depan ranjang rumah sakit yang aku tepati. Ku kembali menutup mataku.
 “kenapa lo gak bilang sebelumnya tentang status kalian?”
  Tanya ghea dengan suara seperti berbisik
 “ya…… kamikan sahabat dia!” sambung chika
 “gue…… gue takut. Gue takut kelian ninggalin mona.”
 “gue, chika, lisa, dan dahlia itu sahabat dia. gak mungkin
  Dan gak akan mungkin kami semua ninggalin dia.” jawab chika. galih terdengar tidak menjawab. Setelah itu terdengar suara langkah kaki mendekati ku. “dan ada dua lagi yang kalian gak tahu, dan…… mona gak tahu” galih langsung mengelus rambutku, “gue sayang sama mona” kata-kata itu sangat mengejutkan ku, ku ingin membuka mataku tapi aku ingin mendengar sesuatu pengakuanya lagi. Aku tetap pura-pura masih dalam keadaan belum sadar.
  “dan satu lagi?” Tanya dahlia dengan terbata-bata
  “mona…… mon, mona……--“
  “udah deh jangan bikin kita penasaran!”
  “mona punya kangker usus”
  Aku terkejut mendengarnya, mungkin mereka yang mendengarkanya sama dengan ku. jadi…… yang kemarin galih berbohong, dia bilang usuku hanya luka ternyata lebih dari luka, yaitu kangker.
  “gue bohong sama mona, gue bilang usus dia luka. Gue
   Gak mau dia sedih, gue gak mau dia murung. Liat dia murung ajah tadi gue udah prihatin. Apa lagi kalo dia tahu kangker yang ada di tubuhnya. Gue gak bisa liat gimana respon mona nanti.” semua tertap terdiam.
  “jujur, gue kangen sama marahnya dia. sama jailnya dia. sama ledekan dia. gue kangen jalinin dia kaya mos dulu”. Tiba-tiba terdengar sebuah langkah kaki keluar dari ruangan, entah siapa itu, langkah yang tergesa-gesah.

   Ku bukakan mataku denagn perlaan, yang pertama ku lihat adalah senyum galih yang tampak menyambut ku. “gue di mana?”
   “rumah sakit!”
   “kalian memang lebay banget ya! Gue kan Cuma sakit
    Perut biasa, kok di bawa ke rumah sakit, pake di infuse
    Segala lagi” ketika ku mencoba melepaskan infuse ku dnegan cepat galih menarik kembali tangan ku. “awas ajah kalo lo lepas!” ujar galih mengancam.

   Keesokan harinya, rumah sakit dan sekolah telah membolehkan ku kelaur dari rumah sakit. Dan kembali ke hotel. semua sahabatku membantuku untuk menyimpan semua barang-barang ku di kamar hotel, mungkin mereka merasa iba ketika tahu penyakit apa yang aku derita.
  “udah ini semua mau pada ke candi borobudur, lo gak usah
   Ikut ajah ya, nenti lo kecapean lagi” seru chika
  “yam on, gue gak mau lo kaya kemarin” sambung lisa
  “gue gak akan kenapa-napa kok tenang ajah, gue sehat.
   Kalian gak usah kawatir ya!”
  “tapi lo baru keluar dari rumah sakit” jawab ghea
   Ikut-ikutan
  “biarin dia ikut! Inikan study tour, kalo dia ke sini
   Cuma mau tiduran di hotel, mending dia gak usah ke sini” ujar dahlia bertolak belakang dengan ghea, lisa, dan chika. akhirnya ghea, lisa, dan chika meneruti seruan dahlia. dengan catatan, aku dilarah terlalu aktif dalam aktifitas study tour ke candi.
   Dari hotel semua murid berjalan menuju candi bersama-sama. jarak dari hotel menuju candi tidak terlalu jauh, hanya berjarak 2 km.
   Kami berjalan bersamaa, aku, dahlia, ghea, chika, lisa, dan galih and the gang yang berjalan di belakangku. Aku seperti seorang nenek yang sudah renta dengan si khawali beberapa cucunya yang kasian denagn kondisi neneknya yang tak mamapu lagi berjalan sendiri. Tapi…… mereka cukup baik, tidak ada ciri-ciri mereka risih atau ilfeel dengan kondisi dan status ku kini.

   Sesampainya di candi, kami di bagi menjadi 8 kelompok. Aku, chika, lisa, ghea, dahlia, dan galih dkk masuk dalam kelompok 2 yang berbaris di pojok kanan.
   Kelompok pertama maju ke dalam candi, dan di susul oleh kelompok kami yang di pandu oleh pah Darwin, guru sejarah kami. sebenarnya pak Darwin mengajar kelas dua belas, tapi karena utusan sang kepala sekolah, jadi beliau harus membimbing kelas sebelas untuk study tour.

   Di dalam candi, galih terus berdiri mengawal aku. sampai akhirnya sampai di waktu bebas, waktunya murid-murid bebas melakukan apa saja, dan berjalan-jalan di sekitar candi. Tiba-tiba galih menarikku ke belakang candi. Suasananya sepi sekal. Galih terus menggenggam kedua tangan ku. aku bergegas melepaskan genggamanya dengan cepat.
   “ada apa? Gue gak mau ngelanjutin foto-foto ukiran-ukiran yang ada di sini.” tiba-tiba galih menggenggam kedua tangan ku lagi. Kini lebih erat, dan tubuhnya semakin mendekat.
  “jangan siksa gue kaay gini!” celetuk galih
  “siksa?”
  “gue kesiksa sama lo”
  “ha? Emang…… apa yang gue lakuin?”
  “lo udah bikin gue sayang beneran sama lo”
 Aku terkejut mendengarnya, tak ku sangka dia seberani itu dan sejantan itu mengakui prasaanya. Ternyata nenek benar, dia adalah laki-laki yang hebat. Bukan karena dia kuat, tapi karena dia mau mengakui prasaannya. “gue mau lo jadi-----“
  “mau jadi apa? Jadi pacar?. Kita udah lebih dari pacar”
Sambung ku dengan nada pelan.
  “sekarang ninggal lo yang bilang sayang sama gue”
  “sayang?”
  “ya……”
 Dia tiba-tiba berlutut di hadapanku, dan lebih erat lagi menggenggam kedua tangan ku. tatapanya tajam menatap ku, tergambar jelas kesungguhan di matanya. ku mencoba melepaskan genggamannya, dan mengalihkan pandangan ku. “gue bukan tipe cewek yang gampang bilang sayang” jawab ku ketus.
  “lo masih gak percaya sama prasaan gue?”
  “benci, jadi cinta. Lo pernah bilang. Lo gak akan pernah
   Nganggep gue istri lo, dan lo pernah bilang, lo gak akan pernah jatuh cinta sama gue. Apa ini sebuah trik lo buat bikin gue sakit lagi?”
   Galih terdiam, dan langsung menarikku, ke depan candi, ketengah keramaian murid-murid yang sedang berfoto ria, dan bercanda ria di depan candi.
   Dan tiba-tiba dia berdiri di atas sebuah batu-batu kecil, mengejutkan semua anak-anak termasuk ghea, lisa, chika, dahlia, dan galih dkk. Suasana terdiam, dan sunyi.
   “i love you are my wife Mona, i am love you so much. please trust me!” aku terteguh mendongar pengakuan galih yang tampak mempermalukan dirinya sendiri. Semua orang memperhatikannya, termasuk para turis asing yang sedang memotret para patung dan ukiran-ukiran cantik di candi. Aku terpaku melihatnya, berdiri di atas bebatuan tua yang terjejer menjadi benteng.
   “wife?” terdengar beberapa teman-teman satu sekolahku terkejut. Tiba-tiba lisa berlari ke belakang candi sambil menetup sebagaian wajahnya. Entah apa yang terjadi dengannya. Aku bergegas menyusulnya dan meninggalkan galih di sana. semua teman-temanku, tak ada yang menyusul lisa, terkecuali aku.
   Di belakang candi, lisa tampak menangis. Berkali-kali lisa menghapus airmatanya, tapi air matanya tetap kelur membasahi wajah mungilnya. Ku tak dapat menghampiri lisa ketika ia seperti ini, aku tak mengerti apa yang lisa rasakan. Dia sempat aneh belakangan ini. aku tetap diam, bersempunyi di ujung benteng candi.
  Ku beranikan diri untuk menghampirinya, “lis, lo kenapa?” tanyaku dengan nada lembut. Dengan cepat lisa menghampus air matanya, dan berdiri menghadap ku.
   “gue……gue gak kenapa-napa kok mon”
   “lo kenapa-napa gue rasa”
   “lo tahu apa tentang gue?”
   “lo lupa? Gue sahabat lo”
   “tapi…… gak selamanya, sahabat itu tahu apa isi hati
    Sahabatnya yang lain. Sahabat ya sahabat, gue ya gue”
  Aku terdiam, aku melangakh untuk lebih dekat dengan lisa. Lisa semakin mundur ketika aku mencoba mendekatinya. Dan akhirnya dia terhenti di ujung benteng kecil di pinggiran candi. “jujur!”
   “jujur?”
   “lo ada prasaan kan sama galih?”
   “apa? Prasaan? Gila ajah lo, gak mungkin gue punya prasaan sama suami lo lah.” jawab lisa dengan tingakahnya yang aneh.
   “lo bohong!”
   “gue gak bohong!
   “tapi lo bohong!”
   “YA GUE BOHONG!” lisa triak kesal dengan tekanan yang ku
    Beri
   “jujur! Maka lo bakal lebih tenang!”
   “gue…… gue…… backstrees sama galih”
  Terasa sekali sepoyan angina dari atas candi, terasa sangat memeblay rambutku. Hembusan angina membuat kami terhenti sejenak utnuk berbicara. Ku mendongak kea rah lisa, ku pandangi matanya yang berbinar, masih ada sedikit air mata di kelopak matanya. “gue backstreet sama galih udah 1 bulanan. Gue lakuin, karena gue suka sama dia. dan gue udah tahu dari awal, sebelum dahlia tahu lo udah nikah sama galih.” Air matanya kembali mengucur dengan perlahan membasahi pipi kananya.
   “lo masih sayang sama dia?”
   “sayang banget, sayang amat sayang. Tapi……” lisa sejenak terdiam, dan memandang ku yang tampak lebih tinggi darinya.  
   “tapi apa?”
   “dia udah gak sayang sama gue. Dia lebih sayang sama lo.
    Dan itu bikin gue sakit. Gue tahu apa hak gue buat sakit hati, lo lebih berhak dapetin dia. gue Cuma ceweknya dia, bukan kaya lo, lo adalah istri sah dia.” nafasnya tidak beraturan. Dan ku rangkul tubuhnya untuk menengnangkan lisa. Ku peluk tubuhnya.
   “kalo mamiah sama dady gak nikahin kami. mungkin lo,
    Bisa leluasa pacaran sama dia.”
  Dia terus menangis sambil memeluk erat tubuhku. Airmatanya terasas ekali membasahi bahuku. “lo sayang sama dia?” Tanya lisa tiba-tiba. dan perlahan lisa melepaskan pelukanya.
  “kenapa lo nanya kaya gitu?”
  “gue rasa lo sayang sama dia. lo udah lama sama dia,
   Gak mungkin lo terus benci sama dia.”
 Aku terdiam, dan tak menjawabnya. “kok diem?”
  “gue sendiri juga gak bisa nebak apa yang gue rasa”
  “maksud lo?”
  “gue gak tahu apa yang gue rasain, apa benci atau sayang.
   Gue gak tahu apa yang gue rasa.”
   Tiba-tiba galih datang menghampiri, dengan pandangan dinginya. ku tinggalkan lisa dan galih berdua di sana dan melangkah mundur meninggalkan mereka. ku berdiri jauh dari mereka. mereka tampak berbicara berdua di belakang candi. Mereka saling tatap, dan tiba-tiba galih memeluk lisa dengan hangat. Terasa sesak ketika aku melihatnya. ku alihkan pandanganku, untuk berhenti memandangi mereka. entah mengapa, dadaku terasa sesak sekali.
   Tak lama, galih dan lisa berjalan masing-masing. Galih tampak berjalan menghampiriku. Dengan tegap dia berdiri tepat di hadapanku, dan di genggamlah kedua tangan ku dengan erat. “lisa?”
   “dia milih buat ninggalin gue, buat lo”
   “buat gue?”
   “ya…… buat lo! buat……” galih mendekatka kedua tanganku ke dadanya. “buat keluarga kita!” sambungnya dengan suara lembut. Tiba-tiba terdengar suara handphone galih berbunyi, dengan cepat galih menganggkatnya
  “hallo…… ya……, apa? Nenek? nenek dirumah sakit? Krtis?..
   Hari ini mona dan galih ke bandung” setelah itu galih menutup hanponenya dengan pandangan kosong. “nene kenapa?”
  “nenek masuk rumah sakit. Keadaanya kritis”
  “kita sekarang harus ke bandung!” seru ku cemas
   Kami berdua ijin kepada duru-duru pembimbing untuk pulang lebih dahulu ke bandung. malamnya galih membeli tiket pesawa untuk tujuan jogja – bandung.
  Keesokan harinya, pagi-pagi sekali kami pergi ke bandung tanpa pamit kepada temna-teman di hotel.

   3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di bandung. sesampainya di bandung, pak joko supir mamih di Jakarta telah stand by untuk mengantar kami ke rumah sakit.
   Di perjalanan, aku dan galih tak henti-hentinya mencemaskan nenek yang sedang kritis di rumah sakit.

   Sesampainya di rumah sakit, aku dan galih bergegas menuju ruangan VVIP lantai 3 rumah sakit, dimana nenek di rawat.
  Langkah kami terhenti, ketika melihat kedya orang tua aku dan galih sedang uduk panic di depan ruangan nenek. kedua orang tua kami bergegas menghampiri kami, ketika tahu aku dan galih telah sampai. Mamih langsung memeluk erat tubuhku, dan tampak kedua orangtua galih memeluk hangat tubuh galih.
  “berdoa ya! Supaya nenek bisa sembuh!” ujar mamih sambil mengelus rambutku.

   Tak lama setelah kedatangan kami, seorang dokter keluar dari ruangan nenek. dengan cepat semua menghampiri dokter berkacamata tebal, dan berkumis tebal itu untuk bertanya tentang keadaan nenek.
  “dengan keluarga nyonya Maryana?”
  “ya kami keluarganya! Bagaiman keadaan ibu saya?”
   Jawab Dady cemas
  “jantungnya membengkak, dan hatinya pun sudah tidak
   Dapat berfungsi lagi” semua terdiam, lemas mendengar keadaan nenek yang sebegitu parahnya. Air mataku mengalih deras, “apa disini ada yang namanya mona sama galih?” Tanya dokter. Aku dan galih langsung menunjukkan diri.
  “nenek kalian, tadi sempat memanggil mona sama galih.
   Kalian masuk ya! Nenek kalian mau bicara”
  “nenek sudha siuman?” tanyaku
  Dokter itu mengangguk, dan menyuruh aku dan galih masuk ke dalam ruangan nenek.

   Di dalam, aku terteguh melihat nenek sedang tertidur lemas di atas ranjang rumah sakit, dengan beberapa kabel terbambung dengan tubuhnya. Wajah nenek cantik, bibirnya tidka pernah semerah ini, dan wajahnya tidak pernah seputih ini. nenek benar-benar cantik
  ku genggam tangan kanan nenek, dan perlahan galih menggenggam tangan kiri nenek. kami tersenyum manis menatap betapa cantiknya nenek saat ini. tiba-tiba nenek terbangun, dan langsung menatap kami berdua sedang menggenggam erat kedua tangannya.
  “mona…… galih……” terdengar serak suaranenek memanggil nama kami berdua. Suaranya serak kecil nyaris tidak terdengar
  “apa nek?” kami berdua mendekatkan diri kami masing-masing dengan nenek.
  “galih…… jaga cucu nenek satu-satunya ini ya!. Yang…… ehm, yang cerewet dan cantil ini. jangan sampai kamu gak jaga dia. nenek titip sama kamu” ucap nenek dengan suara kecil. Galih tiba-tiba menggenggam tangan kiriku. Tepat di hadapan nenek. nenek tersenyum kecil memandangnya.
  “nenek mau kalian seneng”
  “kami seneng nek, kalo nenek seneng” jawab ku dengan suara lembut
  “bukan itu sayang, nenek mau kalian seneng. Bukan karena
   Nenek, tapi karena kalian! karena cinta!”
 Kami saling berpandangan, dan kembali memandangi wajah nenek. nenek tetap tersenyum tipis memandangi kami berdua.
  “nenek mau kalian bahagia! Dan……”
  “nenek ingin memeluk kalian! boleh?”
  Aku dan galih langsung memeluk tubuh nenek, hangat sekali. kami memeluk tubuh nenek erat sekali. “nenek sayang cucu-cucu nenek. nenek mau kalian jangan pisah. Terus peluk nenek seperti ini!” ujar nenek suaranya semakin habis. “nenek mau kalian bahagia, nenek mau kalian bahagia” terus berulang kali nenek mengucapkan kalimat yang sama. hingga tiba-tiba nenek berhenti, dan nafasnya mulai habis. Aku tekrjeut melihatnya, nenek tampak seperti tertidur. Galih langsung keluar untuk memanggil dokter dan suster, di dalam aku terus memeluk tubuh nenek yang dingin dan kaku. Tak ada nafas yang terhelay dari tubuhnya, tidak ada detak jantung yang berdebar dari dadanya. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut tipis nenek. aku terus memeluknya, air mata tak hentinya keluar membasahi kedua pipi ku dan tumpah membasahi pakaian pasien yang nenek pakai. Ku terus membelay lembut rambut putih nenek sambil memandangi wajah nenek yang pucet dan bibirnya yang tadi merah berubah menjadi ungu pucat sekali.
   Tiba-tiba seorang dokter diikuti oleh 4 susternya memasuki ruangan. dan dady mamih, berserta keluarga galih masuk ke dalam ruangan menyesakan ruangan. galih mencoba melepaskan pelukanku. Di bisikannya kata-kata yang
Nenek ucapkan, dan bujukan-bujukan lembut dari galih. Dengan perlahan aku melepaskan pelukanku dan membbiarkan seorang dokter dan di Bantu para suster menyabut kabel-kabel dan infusan dari tubuh nenek. setelah itu, perlahan dokter itu menutup nenek dengan selimut putih, menutup semua tubuh nenek dan wajah pucat nenek.
  Dan di bawalah nenek ke luar ruangan untuk di bawa ke ruang mayat rumah sakit. Semua menangis, termasuk dady dan mamihku. Wajah dady merah sekali melihat nenek di bawa oleh beberapa suster ke luar ruangan.
  Semua keluar ruangan, kecuali aku dan galih. Ku terduduk lemas di lantai rumah sakit. Pandangan ku lurus kosong. Air mataku masih mengalir deras melepas kepergian nenek dari pelukan ku. perlahan galih merangkul ku, dan membriakan ku menyenderkan kepalaku ke pundaknya. Dengan lembut, dia melenglus rambutku. Terasas sekali, nafas galih terdaik beraturan. “gue masih ingin meluk nenek!” ucapku dengan suara serak
  “nenek masih memeluk lo. di hati lo!”

   Keesokan harinya, waktunya nenek di makamkan. Semua orang datang kepemakaman nenek, termasuk semua sahabat ku dan walikelas ku di sekolah. galihpun sama, semua sahabatnya datang kepemakaman nenek. semua pelayat memakai baju hitam. Dan tak sedikit orang yang menangis.
  Air mataku mengucur deras ketika, jasat nenek di masukan ke liang lahat, dan di tutup kembali dengan tanah oleh 2 orang galih kubur pemakaman.
   Setelah itu, banyak orang yang menaburkan bunga di atas pemakaman nenek, setelah itu mereka pergi. Dan hanya tinggal aku, galih, dan sahabat-sahabat kami. aku terus mengelus lembut batu nisan nenek. air mataku tampak memasahi tanah pemakaman nenek. di sisiku dengan setia galih terus mengelus pundak ku, dan beberapa sahabatku mengelus punggungku mencoba menenangkanku.
  Tiba-tiba galih menggenggam tangan kanan ku. dan dikeluarkanlah sepasangan cincin berlian dari saku celananya. Dan dipakaikanlah cincin itu di cari tengah ku.
  “ini keinginan kecil nenek. nenek mau, gue makain ini
   Di depan pemakamanya. nenek bilang ke gue 6 bulan
   Yang lalu. dan keinginan kecil nenek udah gue penuhi”
  “keinginan nenek?”
 Galih langsung mengangguk, aku langsung memeluk erat tubuh galih. Terasa hangat sekali pelukannya,dan rasa rindu memeluk nenek dikit demi sedikit sirna. Pelukanya sama hangatnya ketika aku memeluk nenek untuk terakhir kalinya



   1 tahun kemduian, aku dan galih dinyatakan lulus ujian nasional dengan hasil yang memuaskan. Semua sahabat kami juga bagitu. Beberapa bulan kemudian, aku di bawa ke cina, untuk oprasi usus. Dan alhasil, tuhan memang maha memberi. aku terbebas dari kangker usus, setelah melakukan oprasi, dan beberapa pengobatan di cina. Dan setelah aku sembuh, aku dan galih memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar negri, aku melanjutkan kuliah ku di universitas di tokyo jepang, jurusan kedokteran spesialis tulang. Dan galih melanjutkan kuliahnya di Perth australia , jurusan kedokteran spesialis ahli jantung. Kami berdua memutuskan untuk pergi dari Indonesia selama 5 tahun, dan kembali lagi 5 tahun kemudian.
   1 tahun kemudian, Galih dan aku memiliki seorang anak kembar berkelamin laki-laki. Kami memutuskan untuk satu tahun tinggal dia bandung, sebelum di panggil ke singapure untuk menjadi dokter tulang, dan dokter ahli jantung di rumah sakit singapure.
   tak lupa aku mengunjungi pemakaman nenek di bandung. dan mengunjungi sekolah tempat dimana kami bertengkar, dimana galih pernah membajur rok SMP ku dengan air kencing ketika mos pertama. Dan kami tidak jarang, berkumpul dengan sahabat kami di sekolah.
   aku, bahagia. Dan kalian tahu? ini berawal dari pernikahan dini, dan pernikahan yang berawal tanpa rasa cinta, dan rasa kebersamaan. Ini pernikahan dini 

TAMAT

Sumber COPAS : Raden Roro Risty setyowati 
Judul cerpen      : I Know This is Wedding Early

'JAYDENS CHOIR', (SIMFONI LUAR BIASA)






Pemain: Christian Bautista, Ira Wibowo, Ira Maya Sopha, Verdi Solaiman, Gista Putri.
Para fans Christian Bautista nampaknya bakal bisa melihat aksi lebih dari penyanyi jebolan Phillipine's Idol ini. Tak sekedar menyihir penonton dengan suara dan penampilannya yang super-romantis, kali ini Bautista bakal lebih memukau dengan penampilannya dalam film layar lebar berjudul JAYDEN'S CHOIR atau SIMFONI LUAR BIASA. Seperti yang nampak dalam judulnya, maka kemampuan bernyanyi Christian Bautista tak disia-siakan dalam film arahan sutradara Awi Suryadi ini. Justru, inilah yang menjadi daya tarik istimewa untuk film yang akan ditujukan untuk pasar Asia Tenggara ini. Seperti apa filmnya? Check it out!
SINOPSIS dan INSPIRASI
Jayden Valarao (Christian Bautista), seorang musisi dengan mimpi besar menjadi seorang bintang rock, hidup dengan bebas tanpa tujuan yang pasti. Satu malam setelah perkelahian sengit di salah satu bar di Manila, Jayden pulang dan mendapati barang-barangnya sudah teronggok di depan rumahnya karena tak mampu membayar sewa. Karena tak punya tujuan, akhirnya dia memohon kepada Penelope Valarao, bibinya yang funky dan berjiwa muda di usianya yang sudah menginjak 50 tahun, agar dapat tinggal di rumahnya. Penelope mengijinkan Jayden tinggal semalam, dengan janji bahwa dia akan segera menemukan tempat untuk ditinggali. Sang bibi pun menyarankan agar Jayden menemui ibunya (Ira Wibowo), yang tinggal di Indonesia sejak sang ayah meninggal beberapa tahun yang lalu. Tanpa pilihan lain, akhirnya Jayden setuju untuk pergi ke Indonesia sembari menunggu demonya diterima perusahaan rekaman yang akan menjadikannya seorang superstar.
Sesampainya di Jakarta, Jayden bertemu ibu yang sudah lama tak ditemuinya, Marlina Anasazar. Sang ibu ternyata sudah punya rencana untuk Jayden, yakni untuk membantunya mengajar musik di sekolah musik yang dikelolanya. Tanpa dinyana, ternyata Jayden harus mengajar mereka yang berkebutuhan khusus, dengan masalah mental dan kecerdasan di bawah rata-rata. Di sinilah Jayden diuji, apakah dirinya akan terus mengajar anak-anak luar biasa ini, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang bintang rock.
Selain anak-anak ini, Jayden pun bertemu banyak orang yang membuatnya berpikir panjang tentang hidup bebas yang tak pantas dan tak berguna, termasuk Laras (Gista Putri), seorang instruktur dan terapis di sekolah ini, Ibu Rinjani (Ira Maya Sopha), Pak Dimas yang ketus, dan banyak karakter lainnya. Apakah Jayden akan terus mengajar anak-anak ini? Ataukah dia akan terus mengejar impiannya menjadi seorang rockstar?
Cerita yang mengajarkan banyak orang tentang arti mimpi dan kehidupan ini terinspirasi dari sebuah artikel yang dimuat di surat kabar. Artikel ini menceritakan sebuah kelompok orkestra yang terdiri atas anak-anak berkebutuhan khusus dari sebuah sekolah musik di Beijing, China. Anak-anak ini sangat suka belajar musik untuk merangsang mental mereka. Setelah berbulan-bulan berlatih dengan keras, mereka akhirnya bisa tampil di depan ribuan penonton. Kesuksesan mereka tak hanya membuahkan kepercayaan diri lebih bagi mereka, namun juga inspirasi yang mendalam bagi para penonton. Terinspirasi oleh foto sang konduktor, seorang bocah yang menderita down-syndrome, film ini tak bercerita tentang prestasi anak-anak normal, namun justru mereka-mereka yang luar biasa!
GREAT STAR
Selain cerita unik mengenai prestasi anak-anak berkebutuhan khusus, tentunya Christian Bautista menjadi salah satu daya tarik film ini. Christian dikenal publik sebagai pemenang kedua dari Phillipines Idol. Walau terkalahkan oleh Eric Santos, tak lantas Christian berhenti dan gagal. Lagunya, The Way You Look At Me, menjadi lagu populer, tidak hanya di Filipina, namun juga Indonesia dan beberapa negara ASEAN.
Kini, dengan suaranya yang indah, ketampanan, dan kemampuan aktingnya, Christian menyuguhkan sesuatu yang baru dari dirinya. Bahkan tidak hanya baru, para pencintanya akan dapat melihat suguhan lengkap darinya dalam film yang akan dipasarkan di Filipina, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam ini. Kualitas film inipun tak perlu ditanyakan dengan nama besar Awi Suryadi sebagai penulis naskah dan sutradara. Sebelumnya, Awi telah menyutradarai sekaligus menulis naskah untuk film-film berkualitas termasuk CLAUDIA/JASMINE, yang mendapat 5 nominasi sekaligus dalam Festival Film Indonesia. Film yang sama juga mendapat prestasi sebagai Berlin Hotshot Asian Film Festival di Berlin, Germany. (kpl/mae//nat)
Genre: Drama

Jadwal Tayang:30 Juni 2011 (tayang pertama di Manila dan akhir tahun di Indonesia)

Produksi:Nation Pictures & Primetime Production

Format:High Definition (HD)

Durasi:100 menit

Sutradara:Awi Suryadi

Penulis naskah:Awi Suryadi & Maggie Tiojakin

Produser:Delon Tio

Produser Eksekutif:Nita Triyana

Pendukung:Star Cinemas (Philippines) 21 Cineplex & Blitz Megaplex (Indonesia) Golden Village Cinemas (Singapore)


Sumber : kapan lagi

Pangeran Kecil ????!!!

23-06-2011

Hai pembaca blog ku..? ( #emangadayangbacayah) udah lama gak post cerita tentang hidup w yang rada riweh (?) itu, mumpung  otak w lagi lempeng (apadahbahasaw) jadi w mau cerita tentang masalah atau kejadian yang w alammi, maaf yah w pake W-Elu coz mulutnya lagi pengen ngomong W-ELU…
Oke mulai cerita yah

Huftt w kangn banget sama pangeran kecil w.
Udah lama gak kontekan lagi sama dia, terakhir kontekan sama Pangeran Kecil pas Ulang tahun w. oh iyah sekarang Umur w udah 18 thn loh tapi kelakuan w masih sedikit kaya bocah dan masih labil, Mmmm ulang tahun kali ini menurut w gak berkesan kaga tau kenapa gitu yah, walaupun si Gebetan ngucapin tapi menurut w biasa gitu. Udah ahh gak usah bicarain ulang tahun, Pokoknya ultah kali ini NGGAK BERKESAN.

Ade kaka kangen kamu, kangen manja kamu, kangen lawakan kamu, pokoknya kangen lah ama kamu..
Sekarang dia katanya udah punya pacar loh, cie yang udah gede, cie ade aku udah punya pacar kiwkiw dah (emangdiamasihanggapwkakayah) moga langgeng yah ama pacarnya, jangan diemin pacarnya mulu, kasih kabarlah sama dia minimal sehari sekali jangan seminggu sekali, kaka masih inget loh pas kaka Tanya ke kamu bahwa dia suka kamu, trus kamu ngelawak, dan bilang “rasa apa bunda..? coklat,anggur” ahh lucu kamu de.
Pangeran kecil kamu tau gak rasa sayang aku kekamu berkurang loh jadi 60% hahah lucu yah, kenapa coba bisa berkurang hayo.? Pasti kamu mau bilang kalo sisanya pindah ke pangeran bobo yah..?! kalo kamu mikir gitu tepat banget de, emang pindah ke dia. Hehe tapi posisi kamu gak keganti kok de.

Mau ada yang bilang AKU BENCI KAMU, AKU SEBEL SAMA KAMU, ATAU APALAH YANG DIKATAKAN MEREKA KE AKU TENTANG KAMU  Kamu tetep di posisi pertama kok,
Pangeran kecil katanya kamu bilang “aku suka sms nggak jelas” nah aku mau tau geh sms gak jelas kaya apa.? Perasaan aku sms tentang pangeran bobo dah dan itu di bawahnya ada tulisan “SEND ALL” yah jadi kamu dapet donk, bilang aja kamu cemburu de gara-gara aku ngomongin pangeran bobo mulu yah..? hahah apadahW mana mungkin dah kayanya.

Pangeran kecil  masih suka liat bintang kaga yah..? apa dia masih males makan dan suka nagis. Moga kalo dia masih suka liat bintang inget pake jaket yah, trus bawa coklat panas de biar anget, ahhhh kangen masa dulu de masa dimana kita becanda, tapi itu dulu bukan sekarang.

Pangeran kecil aku paling suka status kamu pas tanggal 6 November di FB “Davy Farel”  yang begini statusnya..

Ingin ku sandarkan diri ini.
Tapi pada siapa.?
Sedangkan aku sendiri disini.
Ingin menangis, mengeluh pada pelukan orang yang menyayangi ku.
Biar aku di mengerti

Kamu membuat ku menangis ade, aku tau kamu lagi ada masalah pengen Tanya ke kamu apa masalahnya pasti kamu gak mau cerita, kamu kan sok kuat de, sok tegar, padahal kamu lemah..

Ohh iyah pangeran kecil kalo kamu baca post ini, aku bakal tepatin janji  aku pada kaka angkat kamu yang kamu sayang itu (RED : Erizal) bahwa AKU NGGAK BAKAL HUBUNGIN KAMU LAGI, katanya aku selalu nyakitin kamu dll yang dia bilang ke aku, So aku bakal tepatin itu, kalo kamu bilang aku jahat de seterah, aku UDAH NGELAKUIN JANJI AKU SAMA KAKA ANGKAT KESANGAN KAMU ITU (RED : Erizal),

INGET YAH PANGERAN KECIL POSISI KAMU GAK BAKAL TERGANTI, (siapsiapBerantemsamaPangeranbobokalodiabacaini) Kalo bener di baca ama pangeran bobo, BRB MATI DAH W.

Udahan ahh ceritanya coz mata udah becucuran air mata ini, cengeng banget dah w sekarang..

AKU SAYANG KAMU PANGERAN KECIL KU..
MISS YOU FULL ADEK GANTENGKU..

Jumat, 24 Juni 2011

Adek ku lucu

yeyeye aku nulis lagi, ini mau ceritain ade angkat aku yg aku sayang

30-03-2011

Berawal dari sebuah salah paham aku kenal dia, entah dari kapan aku dekat dengan dia..
Cemburuan,manja, dan cengeng adalah sifat favorit aku dari diri dia, aku tidak menyamainya dengan seseorang yg aku sayang, tp aku melihat dia seperti seseorang yg aku sayang, dan aku berpikir 'hilda i2 bukan dia Inget bukan dia'
Suatu ketika dia bilang kalo dia sayang sama aku(sbgi kaka) aku juga sayang dia, tp aku gak mau dia terlalu sayang sama aku coz aku hanya orang bru di hidup dia, aku gak mau orang2 yg kenal dia membenci karna aku terlalu dekat dengan'a..

Ya aku hanya orang baru yg kenal dia..
Aku suka anak kecil, aku suka berbaur dengan anak2,
Suatu ketika kita (aku,dia dan kaka angkat dia) berantem, entah apa awal mula'a bisa berantem, aku tak tau, aku shcok saat melihat dia dan dia sms aku. Entah setan dari mana aku langsung membls dengan ucapan kasar..
Dan saat Aku sadar dengan ucapan2 i2 aku menyesal aku menangis, aku hampir mau nabrak mobil mungkin karna aku tak konsen..

Dia sangat aku sayang, dia seperti adik kandung ku, di antara adik2 angkat ku yg lain dia adalah salah satu yg aku sayang.
Aku tau kalo dia bohong pada ku, tp aku tak mau memasalahkan kebohongan i2, dia berbeda dengan yg lain, dia adalah malaikat kecil yg menggemaskan menurut ku, suara'a yg imut bikin aku slalu tersenyum saat mendengar'a..
Aku suka saat dia bilang 'kakaka' atau sms 'huhuh' sms singkat adalah kebiasaan dia, walau awal'a aku sebel dia sms g2 aku mulai terbiasa..
Suatu ketika dia memanggil ku 'bunda' entah mengapa aku menangis saat dia bilang g2, dan rasa kangen timbul pada seseorang..

Huft..
Kapan aku bisa bertemu dengan dia, kapan aku bisa memeluk dia, kapan aku bisa melihat dia tersenyum kepada ku, kapan aku bisa melihat dia menangis, kapan tuhan.?
Aku hanya bisa berdoa agar cepat bertemu dengan dia..
Suatu hari aku sms nama kesayangan buat ade2 angkat ku, dan dia protes karena nama panggilan'a nggak bagus menurut dia, dan dia bilang 'nama'a dia bagus pangeran kecil nah aku pangeran cengeng' huh lucu sekali dia, rasa cemburu'a slalu berlebihan, haha aku suka saat dia cemburu rasa'a dia sayang banget padaku..
Aku paling sebel sama dia pas dia bilang 'dasar kaka'a avid' pasti ujung2'a berantem dan dia bilang 'udah sana ama dia aja' ahhh lucu'a anak i2..

Dia adalah sesosok anak kecil yg bernama a.a dimas deva nugraha prajaindra..
Aku sayang kamu pangeran boboku, aku sayang kamu pangeran cengeng ku, aku sayang kamu oyasuminasaiku,

I miss you ganteng
Muahhh
#akhir'a cerita udah kelar walaupun ada beberapa yg belum di ceritain..
Rabu, 22 Juni 2011

Gamal - Cuma Aku



memang tak pernah firasatku salah
kau telah ah ah ah terbawa ah ah ah
harus ku terima pahit kenyataan
berpisah ah ah ah terpaksa ah ah ah
ku rela karena ku harus hidup berjalan terus

reff:

mana sumpah cinta sampai mati
apa yang kau ucap tak terbukti
siapa yang paling tepati janji
cuma aku, cuma aku
harus ku terima pahit kenyataan
berpisah ah ah ah terpaksa ah ah ah
ku rela karena ku harus hidup berjalan terus

repeat reff

cuma aku, cuma aku

dulu kau bilang cuma aku
yang menjadi takdir cintamu
namun ternyata itu dulu
saat dia tak ada di hidupmu yeah

mana, apa, tak terbukti
siapa yang paling tepati janji
cuma aku, cuma aku hei

mana sumpah cinta sampai mati
apa, apa yang kau ucap tak terbukti
siapa yang paling tepati janji

cuma aku, cuma aku [2x]
Senin, 13 Juni 2011

LENKA - The Show



I'm just a little bit
Caught in the middle
Life is a maze
And love is a riddle
I don't know where to go
I can't do it alone
(I've tried)
And I don't know why

Slow it down
Make it stop
Or else my heart is going to pop
'Cuz it's too much
Yeah, it's a lot
To be something I'm not

I'm a fool
Out of love
'Cuz I just can't get enough

I'm just a little bit
Caught in the middle
Life is a maze
And love is a riddle
I don't know where to go
I can't do it alone
(I've tried)
And I don't know why

I am just a little girl
Lost in the moment
I'm so scared
But don't show it
I can't figure it out
It's bringing me down
I know
I've got to let it go
And just enjoy the show

The sun is hot
In the sky
Just like a giant spotlight
The people follow the sign
And synchronize in time
It's a joke
Nobody knows
They've got a ticket to that show
Yeah

I'm just a little bit
Caught in the middle
Life is a maze
And love is a riddle
I don't know where to go
I can't do it alone
(I've tried)
And I don't know why

I am just a little girl
Lost in the moment
I'm so scared
But don't show it
I can't figure it out
It's bringing me down
I know
I've got to let it go
And just enjoy the show

Oh oh
Just enjoy the show
Oh oh

I'm just a little bit
Caught in the middle
Life is a maze
And love is a riddle
I don't know where to go
I can't do it alone
(I've tried)
And I don't know why

I am just a little girl
Lost in the moment
I'm so scared
But I don't show it
I can't figure it out
It's bringing me down
I know
I've got to let it go
And just enjoy the show

Dum de dum
Dudum de dum

Just enjoy the show

Dum de dum
Dudum de dum

Just enjoy the show

I want my money back
I want my money back
I want my money back
Just enjoy the show

I want my money back
I want my money back
I want my money back
Just enjoy the show

Lenka - Dangerous And Sweet


It's difficult to see from the surface.
But everything goes in and it stings,
Like a spider.
Hits you deep inside and

Ref.
I know that you are just like me, oversensitive.
Well I ordinarily breathe.
Taking everything for much more than it means.
Well it's dangerous, and it's sweet.
Cut us and we bleed.

All these words that we speak casually.
Well maybe I'm just weak, but it hurts me.
Everything you said x3
Well it cuts, like a knife
It hurts me deep inside and

I should put on my armor the next time I see you
So I won't be harmed. I know I can shoot my own arrows.
I'm sorry I hurt you.
I know that like me you can be oversensitive.

Ba Ba Ba Ba Ba Ba Ba
Ba da Ba Ba Ba
Ba Ba Ba Ba Ba Ba Ba
Ba da Ba Ba Ba

Chorus

Yeah it's dangerous and sweet.
Don't you know it's dangerous and it's sweet?
Cut us and we bleed.

Lenka - We Will Not Grow Old

You and me will be lying side by side
Forever forever
Underneath this adolescent sky
Together together
And you will hold my heart inside your hand
And You'll be the one, the one to tell me

Oh, we've got a long, long way to go
To get there
We'll get there
But oh, if there's one thing that we know
It's that we will not grow old

You made me swear that our hearts will never die
No never, no never
Cause no one seems to believe that we can fly
Forget them, forget them
Oh, you told me

Oh, we've got a long, long way to go
To get there
We'll get there
But oh, if there's one thing that we know
It's that we will not grow old

Oh, we've got a long, long way to go
To get there
We'll get there
But oh, if there's one thing that we know
It's that we will not grow old

Oh, how could we know that day, it came with age
That oh, the feeling would fade...

Oh, we've got a long, long way to go
To get there
We'll get there
But oh, if there's one thing that we know
It's that we will not grow old

Oh, we've got a long, long way to go
To get there
We'll get there
But oh, if there's one thing that we know
It's that we will not grow old
We will not grow old
We will
We will not grow old
We will not grow old

Lenka - Like A Song


I can't forget you when you're gone
Your like a song
That goes around in my head
And how I regret
It's been so long
Oh what went wrong
Could it be something I said
Time, make it go faster
Or just rewind
To back when I'm wrapped in your arms

Ahoooh

Dum da di da
Da da da dum
Da da da dum
Da da da dum da da di dum
Da di dum dum
Da da da dum
Da da da dum
Da da da dum la da da di da dum

All afternoon long
It's with me
The same song
You left a light on
Inside me
My love

I can Remember
The way that it felt
To be holding on to you

Da dum da da di dum
Ooh dum di dum

I can't forget you when you're gone
Your like a song
That goes around in my head
And how I regret
It's been so long
Oh what went wrong
Could it be something I said
Time, make it go faster
Or just rewind
To back when I'm wrapped in your arms

Time
Make it go faster
Or just decide
To come back to my happy heart.

Ahooh oh

Lenka - Heart Skips A Beat



Heart skips a beat my heart skips a beat

My heart is playing tricks on me
And it's building bricks on me
I can't break through
And I can't face you

My world is turning slowly now
But it's burning up somehow
I need some time
To know what's right

'Cause it's only in the quiet that I feel some relief
I'm trying hard not to resist the joy
Don't listen to me I'm being paranoid
I might try hard but it's too hard to avoid

My heart skips a beat
My heart skips a beat
My heart is always first to know
And as the feeling grows
lyricsalls.blogspot.com
I can't deny push those thoughts aside
My world is full of loveliness
But I focus on the stress

My heart says "Go" but my brain says "No"
And it's only in the quiet that I hear myself breathe
I'm trying hard not to resist the joy
Don't listen to me I'm being paranoid
I might try hard but it's too hard to avoid

My heart skips a beat
My heart skips a beat
My heart skips a beat
My heart skips a beat

Oh I know this time 'cause it's physical
My blood has stopped and I am breathless as well
But I need a minute to convince myself
'Cause it's only in the quiet that I know what to feel

I'm trying hard not to resist the joy
Don't listen to me I'm being paranoid
I might try hard but it's too hard to avoid

My heart skips a beat
My heart skips a beat

I'm trying hard not to resist the joy
Don't listen to me I'm being paranoid
I might try hard but it's too hard to avoid

My heart skips a beat
My heart skips a beat
My heart skips a beat
My heart skips a beat

LENKA - Trouble Is A Friend

Trouble will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you're fast
No matter if you're slow
Oh, oh
The eye of the storm
Wanna cry in the morn
Oh, oh
You're fine for a while
But you start
To lose control

He's there in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

Trouble is a friend
But trouble is a foe
Oh, oh
And no matter
What I feed him
He always seems to grow
Oh, oh
He sees what I see
And he knows
What I know
Oh, oh
So don't forget
As you ease
On down my road

He's there in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don't be alarmed
If he takes you
By the arm
I roll down the window
I'm a sucker
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

How I hate the way
He makes me feel
And how I try
To make him leave
I try
Oh, oh, I try

But he's
There in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don't be alarmed
If he takes you
By the arm
I roll down the window
I'm a sucker
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

Ooh
Ahh
Ooh

Lenka - Live Like You're Dying



 One of these days you'll be
Under the covers you'll be
Under the table and you'll realize
All of your days are numbered;
All of them one to one hundred.
All of them millions.
All of them trillions.
So what are you gonna do with them all?
You can not trade them in for mall.
No no

Take every moment; you know that you own them.
It's all you can do, use what's been given to you.

Give me a reason
To fight the feeling
That there's nothing here for me.
Cause none of it's easy,
I know it wasn?t meant to be.
I know it's all up to me
it's all up to me
So what am I gonna do with my time?
Oh

I'll take every moment, I know that I own them.
It's all up to you to do whatever you choose.

Live like you're dying and never stop trying.
It's all you can do, use what's been given to you.

All of the moments you didn?t notice;
Gone in the blink of an eye.
And all of the feelings you couldn?t feel
No matter how you try.
Oh oh

Take every moment; you know that you own them.
It's all up to you to do whatever you choose.

Live like you're dying and never stop trying.
It's all you can do, use what's been given to you.

Live like you're dying and never stop trying.
It's all up to you, use what's been given to you.

Oh oh

Avril Lavigne – What The Hell





You say that I'm messing with your head (yeah, yeah, yeah, yeah)
All 'cause I was making out with your friends (yeah, yeah, yeah, yeah)
Love hurts whether it's right or wrong (yeah, yeah, yeah, yeah)
I can't stop 'cause I'm having too much fun (yeah, yeah, yeah, yeah)


You're on your knees
Begging please
Stay with me
But honestly
I just need to be a little crazy

All my life I've been good but now, woah, I'm thinking what the hell
All I want is to mess around and I don't really care about
If you love me, if you hate me, you can't save me, baby, baby
All my life I've been good but now, whoa, what the hell

What... what... what... What the hell?

So what if I go out on a million dates (yeah, yeah, yeah, yeah)
You never call or listen to me anyway (yeah, yeah, yeah, yeah)
I rather rage than sit around and wait all day (yeah, yeah, yeah, yeah)
Don't get me wrong. I just need some time to play-ay (yeah, yeah, yeah, yeah)

You're on your knees
Begging please
Stay with me
But honestly
I just need to be a little crazy

All my life I've been good but now, I'm thinking what the hell
All I want is to mess around and I don't really care about
If you love me, if you hate me
You can't save me, baby, baby
All my life I've been good but now, whoa, what the hell

La la la la la la la la... Woah... Woah...
La la la la la la la la... Woah... Woah...

You say that I'm messing with your head
Boy, I like messing in your bed
Yeah, I am messing with your head
When I'm messing with you in bed

All my life I've been good but now, I'm thinking what the hell (what the hell)
All I want is to mess around and I don't really care about (I don't care about)
All my life I've been good but now, I'm thinking what the hell
All I want is to mess around and I don't really care about. (if you love me)
If you love me (no), if you hate me (no)
You can't save me, baby, baby (if you love me)
All my life I've been good but now, whoa, what the hell

La la, La la la la la la, La la, La la la la la la la

Membedah perekonomian Indonesia di Tahun 2011 bersama Aviliani

Membedah perekonomian Indonesia di Tahun 2011 bersama Aviliani

Pengamat ekonomi Aviliani memperkirakan roda perekonomian Indonesia pada tahun 2011 akan berjalan baik. Bahkan pertumbuhan ekonomi di tahun ini berpotensi mengalami tren kenaikan sampai dengan empat tahun mendatang. Menurut Avi, hal demikian bisa terjadi karena Indonesia diuntungkan oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, faktor utama yang berpengaruh adalah krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Krisis ini telah menyebabkan terjadinya defisit anggaran dalam jumlah besar. Recovery terhadap krisis yang berjalan lamban juga membawa keuntungan tersendiri bagi perekonomian nasional. Kemampuan bertahan dari hantaman krisis membuat Indonesia dipandang sebagai salah satu dari sedikit negara yang dapat memberikan keuntungan investasi besar.
Ditilik dari faktor internal, posisi sebagai negara dengan pasar terbesar keempat di dunia setelah China, Amerika, dan India membuka peluang yang sangat lebar bagi pergerakan pasar domestik. Selain itu, Indonesia juga diuntungkan dengan komposisi penduduk dimana 68% diantaranya adalah penduduk dalam usia produktif. Jumlah populasi usia produktif yang besar bisa mendorong pertumbuhan konsumsi yang signifikan. “Kalau dia (golongan usia produktif) punya pendapatan per kapita, itu akan lebih banyak dikonsumsi. Nah kita seharusnya diuntungkan dengan ini,” tutur Avi. Faktor ketiga adalah besarnya sumber daya alam yang dimiliki. Namun, Peneliti INDEF ini menggarisbawahi, “Resource kita belum optimal dalam pengelolaannya.”
Perhatian Pada Sektor Riil
Menurut Avi, Pemerintah bisa semakin percaya diri menatap perekonomian jika memberikan perhatian yang lebih besar pada sektor riil. Jika dilihat secara sektoral, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja tahun lalu justru mengalami pertumbuhan yang rendah, misalnya manufaktur, pertanian, dan pertambangan. Namun, sektor jasa dan padat modal malah merasakan pertumbuhan mencapai di atas 10%. Menyangkut hal tersebut, Avi menekankan perlunya policy pemerintah yang bisa mendukung penyerapan tenaga kerja.“Peluang makronya bagus, tapi kalau pemerintah enggak berbuat apa-apa ya sayang,” cetus Avi.
Ditambah dukungan faktor internal lain, antara lain tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi, Avi optimis pertumbuhan ekonomi 6,4% yang ditargetkan Pemerintah bisa tercapai. Bahkan jika Pemerintah mau berusaha lebih keras dengan mengeluarkan terobosan-terobosan baru, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi 7% bisa terealisasi pada tahun 2012. Dua alternatif terobosan yang diutarakan pengamat ekonomi yang kerap tampil di televisi tersebut, antara lain dengan mengeluarkan obligasi untuk infrastruktur dan menerbitkan policy di bidang manufaktur.
Avi meyakini, dalam kondisi sekarang, mengeluarkan obligasi di bidang infrastruktur dapat menimbulkan multiplier effect yang luar biasa di masyarakat. Ia menegaskan,”Swasta akan berperan serta. Public partnership juga bisa dilakukan. Masyarakat kelas menengah ke bawah juga bisa investasi.” Lebih jauh, kebijakan ini dipandang sanggup memberikan tingkat penerimaan pengembalian kepada Pemerintah yang lebih signifikan. Potensinya akan semakin besar lagi jika daerah-daerah tertentu yang memiliki APBD bagus diperbolehkan untuk mengeluarkan kebijakan serupa. Ini adalah adalah satu alternatif upaya yang bisa ditempuh pemerintah untuk mengalihkan dana agar tidak hanya berputar di pasar modal. Menurut Avi, arus dana yang berpusat di pasar modal saja dapat menyebabkan kapitalisasi tinggi, tetapi tidak mengalir ke sektor riil. “Sehingga pertumbuhannya tidak merata. Nah, itu yang mulai harus dikurangi,” kata pengamat yang sudah menulis banyak buku di bidang ekonomi itu.
Lebih lanjut, Pemerintah tak perlu terlalu khawatir jika ingin menerbitkan obligasi dalam negeri baru, asalkan hasilnya bisa memunculkan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat. Avi mengatakan,”Karena dari multiplier itu kita bisa bayar utang kan? Karena pajak akan meningkat.” Lebih jauh lagi, paradigma terhadap utang, termasuk dalam bentuk obligasi, harus diubah. Selama masa pemerintahan Orde Baru, kebanyakan utang hanya digunakan untuk pengeluaran rutin, menutupi defisit anggaran, dan proyek-proyek yang tidak menghasilkan penerimaan. Jika paradigma tersebut tidak diganti, maka utang akan selalu sulit untuk dibayar. “Jadi utang itu harus selalu dikaitkan dengan revenue,” lanjutnya. Avi juga berharap Pemerintah bisa belajar dari kasus pembangunan Jembatan Suramadu. Menurut Avi, sejak awal Suramadu hanya diproyeksikan untuk menjadi sebuah jembatan penghubung antara Pulau Jawa dan Madura, tetapi tidak dipikirkan bagaimana prospek bisnisnya.
Terkait dengan kebijakan di bidang manufaktur, Avi menilai saat ini Pemerintah belum fokus pada pemberian insentif untuk produsen yang menghasilkan produk-produk barang jadi. Avi berujar,” Insentif fiskalnya menurut saya belum banyak. Kalaupun ada stimulus di masa lalu itu lebih banyak pada meningkatkan konsumsi masyarakat, bukan pada produsen.” Perempuan kelahiran Malang, 14 Desember 1961 itu mencontohkan kebijakan terkait ekspor CPO (Crude Palm Oil). Untuk menarik minat investor, Pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan pemberian insentif bagi perusahaan yang mengolah CPO menjadi barang jadi.“Sekarang ekspor terbesar kita CPO. Padahal itu barang intermediate, bukan barang jadi. Maka perlu di sini, pabrik-pabrik yang mengelola CPO menjadi barang jadi diberikan insentif,” ungkap Avi.
Alternatif kebijakan lain yang terkait dan bisa dilakukan adalah dengan pemberian insentif bagi para pengusaha garmen. Menurut Avi, industri garmen Indonesia sebenarnya masih mempunyai daya saing. Namun, usia mesin para pengusaha yang rata-rata hanya mampu bertahan selama 30 tahun seringkali menjadi batu sandungan keberlangsungan usaha mereka. Dalam konteks ini, opsi insentif yang bisa diambil Pemerintah contohnya dengan membebaskan pembayaran pajak bagi pengusaha dengan skala investasi tertentu. Misalnya kepada pengusaha yang bersedia melakukan penggantian mesin usahanya sendiri dapat diberikan kebijakan tidak perlu membayar pajak selama tiga tahun.
Utang Dalam Negeri dan Luar Negeri
Dalam kesempatan yang sama, Avi juga menyampaikan pandangannya soal manajemen utang dalam dan luar negeri. Pengamat ekonomi lulusan Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Atmajaya itu menilai Pemerintah mengambil sikap terlalu berhati-hati dalam pengelolaan utang. Hal ini antara lain bisa diukur dari pencanangan defisit anggaran yang hanya sebesar 1,2% dari APBN. Padahal dalam pandangan Avi, target 3% defisit anggaran tidak akan menimbulkan masalah selama bisa meningkatkan belanja, khususnya belanja pembangunan. Ia membandingkan dengan pencanangan defisit anggaran sebesar 8% oleh Pemerintah Amerika Serikat pada tahun yang sama dengan prioritas untuk konsumsi masyarakatnya saja. Avi pun kembali menekankan bahwa paradigma utang mesti diubah. Jika dulu utang hanya dianggap menguntungkan pihak asing, maka penerbitan Surat Utang Negara (SUN) saat ini dirasakan bisa lebih fleksibel dalam pemanfaatannya.
Mengenai posisi utang dalam negeri yang mulai meningkat, Avi mencoba memberikan solusi berupa peningkatan kemandirian dalam pendapatan pajak. Menurutnya, intensifikasi pajak saat ini belum berjalan baik. Dengan jumlah wajib pajak yang hanya berkisar 17 juta jiwa dari total angkatan kerja formal sebesar 30 juta jiwa, Pemerintah tampak belum optimal menyangkut kemandirian pajak. Avi menilai Pemerintah cenderung mengambil kebijakan untuk menaikkan besaran pajak yang harus dibayarkan wajib pajak daripada meningkatkan jumlah wajib pajak.” Intensifikasi terhadap wajib pajak belum dikejar. Jangan mengejar orang yang sudah kena (pajak) dinaikin lagi,” ungkap Avi.
Prospek Pasar Modal
Peraih gelar S2 FISIP UI jurusan Administrasi Niaga itu juga memprediksi kondisi pasar modal Indonesia masih akan bagus seperti pada tahun 2010. Bahkan IHSG diramalkan bisa menembus kisaran 4300. Menurut Avi, tidak banyaknya pilihan para investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan investasinya menjadi pemicu gairah pasar modal Indonesia. Misalkan para investor ingin menanamkan modal di China. Negara tersebut dikenal sangat ketat dalam pasar modalnya. Jika ingin menanamkan modal ke Hongkong, kondisinya belum sebaik Indonesia. “Kemana lagi?” cetus Avi. Lebih jauh, ia menyatakan kondisi pasar modal Indonesia yang terbuka sangat disukai para investor. “Jadi Indonesia ini sudah yang paling super terbuka. Menurut saya, itu yang sangat disukai oleh para investor,” lanjut Avi. Walaupun begitu, ia menekankan bahwa Pemerintah tetap perlu memperhatikan ancaman inflasi yang bisa cukup besar berkisar 7-7,5% di tahun ini.
Prospek Nilai Tukar Rupiah
Sinyal positif juga datang dari nilai tukar rupiah. Menurut Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) tersebut, sejauh capital inflow masih besar, kecenderungan penguatan rupiah juga akan meningkat. Pada tahun ini, Avi memperkirakan rupiah mampu bertahan di level 8700-9300 per dollar Amerika.“Masih akan menguat. Karena normalnya rupiah pada posisi 10.000-10.500 per dollar Amerika,” tutur Avi. Dalam kondisi demikian, sektor swasta seharusnya bisa menanamkan lebih banyak modal untuk investasi. Menurut Avi, perekonomian Indonesia pada periode ini sebenarnya adalah momentum yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi karena selama hampir 10 tahun banyak sekali perusahaan yang tidak melakukan investasi. Untuk menarik minat investor, Pemerintah juga perlu memberikan kepastian kepada para pengusaha.
Lanjut Avi, kebijakan-kebijakan yang telah dibuat paling tidak seharusnya tidak diubah sedemikian cepat. Avi menerangkan,”Sekarang ini kenapa investor tidak mau banyak investasi? Karena ganti pemimpin ganti kebijakan.” Avi mengambil contoh banyaknya kredit macet saat ini yang salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang tiba-tiba berubah. “Misalnya peruntukan tanah. Sudah ditanami sawit, tiba-tiba peruntukannya untuk hutan yang dilindungi. Yang kedua, kita memang harus punya (kebijakan) jangka menengah panjang supaya nanti kalau ganti presiden, ganti kepala daerah, tidak berubah-ubah kebijakan,” sambung Avi. Menjadikan pajak sebagai stimulus pergerakkan kegiatan sektor-sektor riil, selain sebagai salah satu variabel penerimaan negara, adalah cara lain untuk menarik minat investor.
Faktor-Faktor Yang Harus Diwaspadai
Avi memperkirakan ada tiga faktor yang harus diwaspadai pada perekonomian nasional di tahun 2011. Pertama adalah ancaman krisis likuiditas. Ketika pasar modal mengalami stagnansi pada suatu titik tertentu, para pelaku pasar cenderung akan melakukan aksi ambil untung yang menyebabkan arus dana keluar menjadi besar. Sementara undang-undang jaring pengaman sektor keuangan yang salah satu tujuannya untuk mengantisipasi permasalahan ini belum disetujui DPR. Undang-Undang tersebut, antara lain dapat menjadi landasan peraturan yang sah manakala terjadi situasi dimana aliran dana keluar begitu besar. Misalnya karena clearing nasabah di sebuah bank sehingga Pemerintah perlu menyiapkan dana talangan. Contoh lain yang juga harus diantisipasi adalah jika terjadi kondisi dimana Pemerintah tidak memiliki alokasi dana yang cukup sementara harus melaukan buyback terkait Surat Utang Negara (SUN) yang telah dijual kepada masyarakat.
Untuk menangani ancaman masalah likuiditas di atas, undang-undang jaring pengaman sektor keuangan perlu segera disetujui DPR. Jika sudah disetujui, perlu kerja sama yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut. Di samping itu, kontrol devisa juga mutlak dilakukan Pemerintah. Kurangnya kontrol terhadap dana yang keluar dan masuk mengakibatkan kalangan dunia usaha menjadi kurang tertarik karena tidak adanya range dalam menentukan nilai tukar rupiah. “Ketika (banyak dana) keluar, rupiah melemah. Ketika (banyak dana) masuk, rupiah menguat,” kata Avi.
Faktor kedua yang harus diantisipasi adalah kurang optimalnya pertumbuhan di sektor riil. Hal ini bisa terjadi apabila Pemerintah hanya memanfaatkan momentum masuknya capital inflow yang deras hanya untuk sektor pasar modal. Dari situ, pertumbuhan di sektor riil bisa kurang optimal karena keuntungan hanya dinikmati kalangan tertu yang “bermain” di lantai bursa. Avi kembali menegaskan bahwa jika Pemerintah menginginkan pertumbuhan berkualitas juga mencakup sektor riil, maka pilihan mengeluarkan obligasi terkait bidang infrastruktur mestinya dijalankan.
Faktor ketiga adalah inflasi. Menurut Avi, problema energi dan pangan internasional sedikit banyak berpengaruh pada tingkat inflasi dalam negeri. Negara-negara maju di Amerika dan Eropa saat ini cenderung mengalami musim dingin yang lebih panjang sehingga membutuhkan pasokan energi yang lebih besar. “Nah itu otomatis harga BBM akan naik,” kata Avi. Dengan kondisi demikian, Pemerintah perlu menentukan antisipasi kebijakan yang akan diambil, misalnya apakah subsidi BBM akan dikurangi atau tidak. Sementara itu, terkait masalah pangan, Pemerintah juga dianjurkan untuk melakukan langkah antisipasi. Sebagai negara maju, China sudah menyiapkan stok pangan dalam negeri besar-besaran sejak 2-3 tahun yang lalu. Mereka bahkan tidak melakukan ekspor demi menjaga ketahanan pangan dalam negeri. “ Kita enggak menyiapkan itu,” sambung Avi.
Terkait masalah pangan dan energi yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi, Avi mencatat dua masalah pokok, yaitu stok dan distribusi. Masalah kurangnya infrastruktur, terutama di luar Jawa, memberikan kontribusi yang besar terhadap distribusi pangan. Avi menyarankan perlunya keterlibatan Pemerintah Daerah yang lebih jauh untuk menangani persoalan ini.”Supaya mereka mencari alternatif dalam menyelesaikan masalah pangan maupun energi,” pungkas Avi.
Uraian ini dibuat berdasarkan wawancara saya dan dua rekan kantor saya, Ari dan Iin dengan Ibu Aviliani pada tanggal 5 Januari 2011 di kantor beliau di kawasan Jakarta Selatan. Artikel ini menjadi salah satu artikel dalam Majalah Media Keuangan Kementerian Keuangan edisi Januari 2011.

Biografi Lenka Kripac




Biografi :

Lenka Kripac atau yang akrab disapa Lenka terkenal lewat single berjudul the Show lahir di New South Wales, Australia. Ayahnya yang seorang imigran Czechoslovakia sekaligus musisi jazz dan ibunya yang seorang guru rupanya menurunkan bakat seni kepada Lenka. Pada usia tujuh tahun, Lenka menerima pelajaran musik saat ia pindah ke Sydney.

Sebagai remaja Lenka bergabung di sekolah akting the Australian Theatre for Young People dimana ia dilatih oleh Cate BlanChette. Lenka membintangi Australian ABC-TV drama series GP as Vesna Kapek pada tahun sembilan puluhan. Ia juga menjadi host di Cheez TV dan juga membintangi beberapa film Australia THE DISH dan LOST THINGS, serta beberapa drama.

Karir musik Lenka dimulai saat ia tergabung dalam Australian electronic- rock crossover

band named Decoder Ring dan merilis dua album. Sedangkan solo karir wanita yang bisa memainkan trompet dan piano ini dimulai saat ia pindah ke California dan merilis album THE SHOW pada 24 September 2008. Single The Show berhasil mencapai tangga 142 di US Billboard 200. Lenka memilih pop dan indie pop sebagai jalur musiknya.

Gaya dan dekorasi Lenka saat di panggung telah menjadi persamaan dengan naive-art dan Vintage craft style. Hasil karya yang lebih dikenal dengan Lenkaland telah dipamerkan di galeriseni di Shibuya, Tokyo, Japan. Pameran ini menampilkan hasil karya Lenka meliputi musik dan lukisan.

Kata:"Trouble is a Friend"
lenka menganggap masalah bukan sesuatu yg ditakuti melainkan sebagai teman karena masalah selalu ada di dalam hidup kita.Jadi ketika kita menganggapnya sebagai teman,maka kita tidak akan panik saat masalah menerpa kita.

perempuan yang sekilas mirip Katy Perry ini ternyata bukan American.Lenka masih sedarah dengan Kylie Minogue.Dia berasal dr Australia. Selain bernyanyi,dia juga jago main piano.

Sekilas orang akan mengira bahwa dia berasal dari British,sebab lagu "The Show" aksennya beda banget dengan style Amerika.

Dari 12 lagu yang ada di album pertama (yang dirilis dari tahun 2008 lalu) The Show memang cocok dijadiin hits single, bahkan sudah sering dijadikan jingle iklan.


Tipe-tipe lagunya seperti "Trouble is a Friend" dan "Anything I'm Not" sangat meriah dengan bunyi piano dan terompet bersahut-sahutan.

Ada juga lagu "Like a Song" yang musiknya agak-agak creepy. Cocok banget dijadikan soundtrack sinetron atau bahkan film. Ada lagi lagu yang slow seperti "Gravity Rudes Everything" dan "Skipalong" liriknya simpel.

Keseluruhan,musiknya ringan, lumayan syahdu kalau didengerin di kamar sambil melihat hujan turun dari balik jendela. Album Lenka langsung jadi themesong. Cover albumnya mengingatkan kita pada musik yang sejenis seperti musiknya Mika,Bjak,dan juga Sia. Sama seperti mereka, Lenka juga seolah-olah seperti punya dunia fantasinya sendiri. Dunia yang penuh warna.

"Aku benar-benar berada dalam kenanganku"ucap Lenka seolah suara hembusan angin dan ia meneliti sisi luar hutan Woodstock,NY, studio rekaman di mana ia menyelesaikan track terakhirnya dari karir solonya yang bertajuk Self-Titled. Dan sekarang dia mencoba memainkan lagu yang lain.

Pengaturan alaminya dengan jelas mengingatkannya pada tempat asalnya. Rumah tinggalnya berada di Los Angeles, tetapi ia dibesarkan di Australia.

"Kedua orang tuaku selalu senang dan ayahku membangun rumah di pesisir selatan New South Wales"terangnya.

Aku masih sangat ingat setiap bagiannya ketika aku pindah ke Sydney saat usiaku 7 tahun."

Di Sydney, Lenka menjadi aktris 10 tahun yang dibimbing oleh Cate Blanchett, kemudian terjun dengan pasti berperan di panggung,televisi, dan di film indie, deskripsi pribadinya "Punk Ass Art School Student" dan vokalist/keyboardist untuk menyambut kelengkapan elektronik indie Recorder Ring. Sekarang ia harus menjalani 2 dunia baru secara bersamaan..

Dia pindah ke California dan menjadi artis solo.Tetapi tidak ada persoalan yang membahayakan , sejak awal kenangan yang diikutinya.

Liuk-liuk vokalnya menghiasi liriknya dengan ketentraman anak-anak yang menggantung di dalam kaki ibunya atau ular yang melingkari dirinya sendiri dan mengitari leher mangsanya.

Dalam kengerian penahanan nada-nada panjang (Trouble is a Friend) atau kehilangan kemurnian ("We Will Not Grow Old"), musiknya menimbulkan berbagai macam kesan dan emosi.

"Trouble is a friend but trouble is a foe/ and no matter what i feed him, he always seems to grow," dia bernyanyi dengan g0daan piano yang sangat menyenangkan di dalamnya.

"Trouble Is. . . ." salah satu suara getaran dari sekian banyak instrumen yang ia mainkan di dalam album ciptaannya yang terlihat menakutkan di kedalaman, hutan gelap, tetapi putaran nyaring Lenka "ah. . . Ah. . .Oo" menderu memberi kesan

bahwa Trouble benar-benar adalah salah satu dari masalah sekarang ini.

Pada ciri-ciri pakaian Lenka, terlihat pada single "The Show" mengambil pemikiran keras "bahwa hidup adalah sebuah pertunjukan dan kadang-kadang baik buruk selalu menyertainya" dan menyampaikannya dengan tidak mengharapkan kepercayaan diri, meledak di dalam keberanian, supaya jangan terhempas keluar dari "keinginan uangku kembali".

"Aku memutuskan aku hanya harus memperoleh semua teman-temanku datang dan menyukai kedai paduan suara yang memabukkan." terangnya.

"Penyanyi Australia Messy Higgins bergabung sedikit di dalam " Don't let me fall" dengan tali senar yang dihubungkan dengan pengarang/penyusun David Campbell (selanjutnya dikenal sebagai ayah Beck). Berawal sebagai penderita urat syaraf, lagu cinta di inspirasikan oleh pekerjaan pembuat film dan penampilan seni Miranda July (aku dan kamu dan setiap orang kita tahu), tetapi dikembangkan ke dalam keindahan pembuatan lagu film bahwa pembatasan lullaby. Produser Mike Elizondo (Fiona Apple, Jay Z) ajudan Lenka untuk menentukan satu tempat dari sejarah studio rekaman pusat.

"kesegaran Lenka dengan perasaan disampaikan kepada setiap elemen dari musik sebagai keunikan, seni kertas, video animasi perhentian gerakan, dia membuatnya dengan mengikuti Aussie James Gulliver Hancock, sebuah pertunjukan seni visual "Kita memisahkan seni duo"
Aku benar-benar di dalam keahlian corak. Sesuatu terlihat sedikit dengan penyelesaian buruk dan seperti anak-anak pada cita-citanya"

Mirip nada-nada Michael Gondry, ucapnya.
"ini sangat luar biasa, sejak di studio bersama 9 deretan pemain dan perantara David."ucapnya.

So Guys, setelah Gabrielle, Dido, Duffy, Fiona Apple dan Ingrid Michaelson, sekarang sambutlah Lenka.

Here’s the tracklist:

1. “Two”
2. “Heart Skips A Beat”
3. “Roll With The Punches”
4. “Sad Song”
5. “Everything At Once”
6. “Blinded By Love”
7. “Here To Stay”
8. “You Will Be Mine”
9. “Shock Me Into Love”
10. “Everything’s Okay”
11. “The End Of The World”





Antara AKU dan kamu (buat kaka ku tersayang yang jauh disana)

notes ini buat kaka angkat ku yang jauhh di sana..

Berawal dari keingin tahuan entang penyakit yang bersarang di tubuh ade angkat ku, aku mencari-cari inpo tentang penyakit itu, aku meLIKE FF dan melihat-lihat apa saja isi FF itu, dan aku tak lupa mengADD beberapa yang menderita penyakit itu ..

aku meng add yang bernama Q-HANNA apa gitu lupa nama epbenya, aku tunggu berapa hari dan di confrm sama dia, tapi dia inbok aku bilang

Narcissa Misericordia (itu nama baru ganti) 18 Maret jam 14:02
blh add lagi..sory kena tekan..jangan marah.

nah dari situ aku deket dengan dia, aku banyak menanyakan penyakit yang dia alami. aku baru tau setelah 1 minggu berkenalan dengan dia bahwa dia lagi di singapur sedang beroabt, dalm hati w pikiri dia lagi liburan tak taunya lagi berobat ke negri tetangga..

perna dia inbok bahwa jangan kirim wall ke dia tentang penyakit nyebelin itu coz'a banyak yang kaga tau tetang dia.
wow aku yang baru kenal dia tapi dia udah mau terbuka ama aku "TUHANNNNN KAKA ITU BAIK TOLONG JAUHKAN DARI PENYAKIT MU TUHAN" w langsung berdoa gitu..

beberapa hari sebelum ultah aku dia bilang mau istirahat kayanya, nah w ngamuk donk, bukan karena dia istirahat tapi gara2 dia pasti kaga ngucapin ulatah buat w, ehh pas tanggal 25-05-2011 DIA NGUCAPIN W ULTAH (SAYANG KA HANNA)

hari-hari ku lewatin, dia cerita kalo sebentar lagi dia mau oprasi pembedahan ke 2 besok (selasa14juni2011) w langsung membari semangat buat kaka ku tercinta ini. setiap hari w inbok dia, w curhat tentang apa yang w alami ke kaka hanna, EHH ADA INBOK CURHATAN W KE KA HANNA yang bikin dia sedih coz w curhat ade3 angkat w huhuhu, tapi kemaren w sempet kesel ama dia coz ganti nama kaga bilang-bilang, huhuhuh ka hana jahat.

dia langsung minta maaf kan ka..

ka hanna amira itu orangnya sok kuat, bandel, kaga mau ikutin seperti di suruh makan suka kaga mau makan, dia pinter loh, cantik, perhatian, lembut, suka muji aku yang pasti dia BAIKKKKKKKKKKKK...

SEMANGAT KAKA BUAT BESOKKK, BESOK LANCAR YA ALLAH
JANGAN BOBO LAMA-LAMA YAH KA
ABIS OPRASI LANGSUNG OL OKE *TINGTING #TABOKHILDA

AKU HILDA NUR ARYANI SAYANG KA HANNA AMIRA
i miss you kka