Rabu, 16 Januari 2013

KONVENSI NASKAH







Konvensinaskah adalah semua persyaratan formal yang sudah berdasarkan ketentuan ,aturan yang lazim dan sudah disepakati bersama dalam suatu penulisan agar tampak lebih bagus dengan segala persyaratan yang meliputi bagian – bagian pelengkap dan kebiasaan kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan .
 
A. SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Sebuah karangan harus memenuhi tiga aspek utama persyaratan formal, yaitu : Bagian pelengkap pendahuluan , Isi karangan , Bagian pelengkap penutup . Selain itu , karangan memerlukan adanya pengorganisasian karangan
Adapun unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:

A. Bagian Pelengkap Pendahuluan

a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul)
b. Halaman Judul
c. Halaman Persembahan (kalau ada)
d. Halaman Pengesahan (kalau ada)
e. Kata Pengantar
f.  Daftar Isi
g. Daftar Gambar (kalau ada)
h. Daftar Tabel (kalau ada)

B. Bagian Isi Karangan

a. Pendahuluan
b. Tubuh Karangan
c. Kesimpulan

C. Bagian Pelengkap Penutup

a. Daftar Pustaka (Bibliografi)
b. Lampiran (Apendix)
c. Indeks
d. Riwayat Hidup Penulis


Dengan pemaparan intisari sebagai berikut :

A.  Bagian Pelengkap Pendahuluan
Bagian pelengkap pendahuluan adalah bagian yang bertugas sebagai bahan informasi bagi
para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu agar terlihat lebih menarik dan pada bagian ini tidak membahas sama sekali tentang isi dari karangan tersebut

a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul
Halaman judul pendahuluan hanya mencantumkan judul karangan atau judul buku yang ditulis dengan huruf kapital dan terletak di tengah halaman agak ke atas.Halaman ini hanya tercantum nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (kelas, nomor pokok mahasiswa ), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.

Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
  • Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
  • Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
  • Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
  • Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
  • Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:
  • Judul diketik dengan huruf kapital
  • Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat
  • Nama penulis ditulis dengan huruf kapital
  • Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi, makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.
  • Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital
Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
  • Komposisi tidak menarik.
  • Tidak estetik.
  • Hiasan gambar tidak relevan.
  • Variasi huruf jenis huruf.
  • Kata “ditulis (disusun) oleh.”
  • Kata “NIM/NRP.”
  • Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
  • Kata-kata yang berisi slogan.
  • Ungkapan emosional.
  • Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
b. Halaman Persembahan
Bagian yang tidak terlalu penting dan jarang melebihi satu halaman, biasanya terdiri dari beberapa kata saja. Ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.

c. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah.

Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah.Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.

Hal-hal yang harus dihindarkan:
  • Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
  • Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
  • Tulisan melampaui garis tepi.
  • Menulis nama tidak lengkap.
  • Menggunakan huruf yang tidak standar.
  • Tidak mencantumkan gelar akademis.
d. Kata Pengantar
Kata pengantar merupakan bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Sifatnya formal dan ilmiah. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan. Setiap karangan ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:
  • Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
  • Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
  • Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
  • Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
  • Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
  • Harapan penulis atas karangan tersebut.
  • Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
Hal-hal yang harus dihindarkan:
  • Menguraikan isi karangan.
  • Mengungkapkan perasaan berlebihan.
  • Menyalahi kaidah bahasa.
  • Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
  • Kurang meyakinkan.
  • Kata pengantar terlalu panjang.
  • Menulis kata pengantar semacam sambutan.
  • Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
e. Daftar Isi
Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis yang berfungsi untuk merujuk nomor halaman dan tersusun secara konsisten dengan baik. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.

f. Daftar Gambar
Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar, dan nomor halaman.

g. Daftar Tabel
Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman.


B. Bagian Isi Karangan
Bagian isi karangan merupakan inti dari karangan atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.

a. Pendahuluan

Pendahuluan adalah bab I karangan. Pendahuluan bertujuan menarik perhatian pembaca, dengan menginfokan masalah apa yang akan dibahas dari bab awal hingga akhir. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan.
Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut:
  1.  Latar belakang masalah
  2.  Tujuan penulisan berisi target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai
  3.  Ruang lingkup masalah berisi pembatasan masalah yang akan dibahas.
  4.  Landasan teori
  5.  Sumber data penulisan berisi data- data yang bersesuaian dengan pembahasan
  6.  Metode dan teknik penulisan berisi penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan dan teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data.
  7.  Sistematika penulisan berisi gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
b. Tubuh Karangan
Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah dan disinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini:
  1. Ketuntasan materi
    Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer.
  2.  Kejelasan uraian/deskripsi
     yang terbagi tiga yaitu :
    • Kejelasan konsep
    • Kejelasan bahasa
    • Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta
Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):
  1. Subjektivitas
  2. pembuktian pendapat tidak mencukupi
c. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan bagian penutup dari isi karangan dan merupakan suatu intisari dari karangan mulai dari bab awal hingga akhir .Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:
  1. Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting yang sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu.
  2. Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu. 

B.  Bagian Pelengkap Penutup
Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah.

a. Daftar pustaka (Bibliografi)

Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. Setiap karangan ilmiah harus menggunakan daftar pustaka.

Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:
  1. Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
  2.  Tahun terbit.
  3.  Judul buku: penulisannya bercetak miring.
  4.  Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit..
  5.  Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit.
Keterangan:
  • Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik.
  •  Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang.
  •  Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. ‘editor’
  •  Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.
  •  Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.
b. Lampiran (Apendix)
Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki.Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.

c. Indeks
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad).

d. Riwayat Hidup Penulis
Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang.


sumber : http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19584/Konvensi+Naskah.doc.

  Nama : Hilda Nur Aryani
  NPM : 23210317
                Kelas : 3EB02
Senin, 07 Januari 2013

pendapat



Waktu itu gua kepo banget ama seseorang artis, gua slalu pengen tau tentang dia dari A-Z. Nah waktu itu gua kepo banget ama berita yg bikin gua ERHHH banget dah, trus gua tanya dari A-Z ama seseorang dan hasil'a jeng jeng jeng..

Dan gua lemes dengernya mbok, trus dia bilang "udah lah kaga usah ikut campur, kita cuman sport dia dan slalu dukung dia buat kedepan"


Terkadang Ada beberapa HAL yg nggak perlu jadi konsumsi Publik, "ARTIS" juga punya privasi sendiri.

Dan ada beberapa hal privasi yg tak perlu di umbar kepada "KITA". Kita hanya sport "ARTIS" dan slalu dukung dia, biarkan kehidupan'a seperti kita, toh ARTIS juga manusia sama aja kaya kita..

CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH



1. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa mendahulukan kemahuan dan keinginan suaminya dari kemahuan dan kehendaknya sendiri.

2. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa bersikap malu terhadap suaminya, bersopan santun pada setiap perkataan dan perbuatan.

3. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa berhias diri bila di hadapan suami dan sebaliknya apabila ketiadaan suami.

4. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa bersedia melayani dan memenuhi kehemdak batiniah dan zahiriah suami bila diperlukan.

5. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menjaga kebersihan, kesihatan dan kesempurnaan diri, rumah tangga dan anak-anak suaminya.

6. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa mencintai dan menghormati kelluarga suaminya seperti mana ia mencintau dan menyayangi keluarganya sendiri.

7. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menjaga auratnya dari pandangan yang bukan mahramnya.

8. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menjaga pandangan matanya dari perkara-perkara yang tidak sihat dan mungkar.

9. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa memberikan kesetiaan, ketaatan dan kepatuhan kepada suaminya selagi suruhan itu tidak bertentangan dengan perintah syariat.

10. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa memberikan layanan dan kasih saying
yang sepenuhnya dan membuatkan suaminya merasakan rumah tangganya itu sebagai tempat yang paling selamat untuk mendapat ketenangan dan kebahagiaan.

11. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menjaga rahsia serta maruah suami dan keluarganya, demikian juga dengan maruahnya sendiri.

12. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menjadukan suaminya sebagai ketua
dalam rumah tangga mereka sesuai dengan sifat-sifat yang telah dianugerahkan Allah kepada kaum lelaki.

13. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa memohon keizinan suaminya untuk keluar
dari rumah kerana sesuatu hajat yang diharuskan oleh syara’.

14. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasamemohon keizinan suaminya jika mahu mengerjakan puasa sunat.

15. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa bersyukur dan tenang di atas segala dugaan dan nikmat dari Allah yang diberikan kepada suaminya.

16. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menemani suaminya ke muka pintu bila ia hendak keluar dan menyambutnya dengan seyuman bila ia pulang.

17. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang tidak membenarkan lelaki bukan mahram memasuki rumah ketika ketiadaan suami.

18. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa bersedia melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang isteri, ibu dan segala perintah Allah dengan tabah dan sabar.

19. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa berdiam diri dan mendengar bila suaminya sedang bercakap.

20. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang tidak meminta sesuatu yang lebih dari suaminya sedangkan ia tidak mampu untuk menunaikannya.

21. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang sentiasa menerima pemberian suaminya dengan penuh kesyukuran dan keikhlasan.

22. Wanita teladan & isteri solehah ialah mereka yang bijak menguiruskan harta suami dalam berbelanja dengan kadar yang sederhana dan tidak membazir

Ramlah Ram ft Sleeq - Sesaat Kau Datang




Sesaat Kau Datang
Sesaat Kau Hilang
Kemunculan dirimu
Penuh misteri

Kau Mendekat
Kau Menjauh
Kau tinggalkan diriku
Sesudahnya kau membuang
Mencampakkan aku

Its not that i dont love you
I just dont want to hurt you
I cant let go of all the good times we share together

I hate to be cold but i got to let you go

Chorus:
Sungguh kejamnya dirimu
Mengkhianati cinta yang ku semat di jiwa
Kau hancurkan segala harapan
Kau remukkan cinta yang telah kita bina
Ha….Ha…..Ha…Ha.…Ha…..Ha…

Jika sudah kau mencintai dia
Putuskan aku dengan baik caranya
Walaupun sakit hati ku rasa
Sesungguhnya aku tak rela
Kerna hatiku masih mencintai
Dirimu dengan sepenuh hati
Tapi ku ikhlas melepaskanmu
Karena aku manusia biasa

Nothings easy girl
Nothings easy girl
Aint nothings easy i hope you understand me girl
Nothings easy girl
Aint nothing in this world
Could ever compare to what we had
Whats gone

Repeat Chorus:
Sungguh kejamnya dirimu
Mengkhianati cinta yang ku semat dijiwa
Kau hancurkan segala harapan
Kau remukkan cinta yang telah kita bina
Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..Ha..

Jika sudah kau mencintai dia
Putuskan aku dengan baik caranya
Walaupun sakit hati ku rasa
Sesungguhnya aku tak rela

Jika sudah kau mencintai dia
Putuskan aku dengan baik caranya
Walaupun sakit hati ku rasa
Sesungguhnya aku tak rela

Jika sudah kau mencintai dia
Putuskan aku dengan baik caranya
Walaupun sakit hati ku rasa
Sesungguhnya aku tak rela
Kerna hatiku masih mencintai
Dirimu dengan sepenuh hati
Tapi ku ikhlas melepaskanmu
Karena aku manusia biasa

Tiada salahku kepada dirimu
Kau buatku sengsara
Kau buat kecewa
Ku Harap ada karma
Yang datang kepadamu……kepadamu


Download LAGU : DISINI
Rabu, 02 Januari 2013

The Finest Tree - Sampai Waktunya Datang

Maaf maaf maaf
Bila kini kau terluka
Aku hanya ingin
Kau memahami apa adanya

#

Jangan jangan lagi
Tangisi hari kemarin
Kau penguasa cahaya
Menanti senyuman

Bila pada saatnya nanti
Akhirnya kita bersama
 

Reff
Teruslah engkau bertahan
Sampai waktunya datang
Aku pasti akan menemukanmu
Teruslah engkau berjalan
Sampai waktunya datang
Aku yang berlari menemuimu

BACK TO #

BACK TO REFF

Percaya akan kedatangan sinarnya
Bersama menanti hingga waktunya tiba
Rabu, 19 Desember 2012

EPOLOGI CERITA CINTAKU

HAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII...
MAKASIH banget yang udah baca CERPEN CERITA CINTAKU kaga percaya yang baca ampe sebanyak itu. sekali lagi MAKASIH YAH #bungkukinBadan
kali ini kaga tau dapet dari ilham dimana bisa buat EPOLOGI CERITA CINTAKU dan semoga kaga garing ini epologinya yah, ohh iyah sebelumnya aku mau bilang maaf kalo penggunaan E.Y.D nya masih rada berantakan dikarnakan saya masih pemula dan tak ahli dalam merangkai kata.
Oke dari pada lama mending langsung baca Semoga suka


SELAMAT MEMBACA


Memperkenalkan


SURI CRUISE sebagai BILQIS MUFAAZA NURAGA 



AGNI TRI NUBUWATI sebagai AGNI




CAKKA KAWEKAS NURAGA sebagai CAKKA












































“Sayang lagi ngapain pagi-pagi udah di dapur?” Ujar cakka yang melihat agni pagi-pagi sudah sibuk di dapur.

“Puding, tadi bilqis minta buattin. Mau di kasih ke Mbem katanya” jawab Agni.

“Mbem?  Anak siapa?” Ujar Cakka lagi

“Haikal lah, dia itu Boyfreind baru Bilqis di TK” balas Agni. Tersenyum.

“What?” Cakka terkejut. “Boyfriend?”

“Bee… apa sih kaget banget? Bilqis kan menurun sikap kamu? Cantik dan slalu senyum setiap ketemu orang?” balas Agni. Matanya merenung Cakka yang masih lagi kelihatan panik + kaget.

“Sayang boleh tenang? Bilqis itu baru lima tahun sayang. Mana boleh pacaran. Sekarang masa dia untuk belajar dan bermain bukan main suka-sukaan sama laki-laki. Aku dulu pacaran waktu kelas 7 lah, bukan waktu TK,” Cakka terus membebel. Tidak puas hati.

“Bee, Kamu cepat panik tau. Aku main-main aja lah…” balas Agni Ketawa. Cakka merenung Agni. Agni menelan liur. Raut wajah Cakka di pandang. Sinaran mata Cakka begitu difahami. Habislah kamu agni.

“Sayang  mau lari ke mana?” tanya Cakka. Ada nada nakal di situ.Agni masih lagi diam. Berfikir cara untuk melepaskan diri dari cakka.

“Nggak lari ke mana-mana kok… Aku cuma dengar  Balqis panggil aku tadi. Aku naik dulu ya…” Agni pantas berlari namun sempat pinggangnya di Tarik Cakka.

“Bee nggak dengar Balqis panggil. Sayang bohongin bee yaa. Nakal lagi kenakan bee kan” balas Cakka. Tubuh Agni diraih kedalam pelukan dan membenamkan hidungnya di rambut agni dan menghirup wangi sampo yang agni pakai.

“Mana ada aku bohong ama bee. Balqis sendiri Bilang mbem itu Boyfreind dia” jawab Agni. Masih berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Cakka. Berhasil. Pantas Agni berlari ke tingkat dua.

“AGNIIIII…” jerit Cakka.








__________________________






Agni merenung Cakka dan Balqis yang sedang enak bermain di depan TV.

“Hmm… Agni ama Cakka nggak mau tambah anak lagi? Bilqis udah besar ini udah boleh jadi kaka” soal Mamah Cakka.

“Mama kasih kita berbulan madu sekali lagi Boleh.?” balas Cakka sambil duduk di sebelah Agni. Bahu agni langsung di peluk.


Agni yang berada di sebelah Cakka hanya tersenyum geram dengan omongan cakka ke mamah. Tiba-tiba wajah Agni berkerut. Pantas dia berlari ke kamar mandi. Cakka segera bangun dan langsung  mengikut langkah Agni.

“Kenapa Agni mah?” soal papah Cakka, mamah Cakka sekadar menggeleng. tidak tahu.

“Sayang kamu baik nggak? Mau muntah lagi? Kita pergi klinik yah” Cakka memicit bahu Agni.

“Aku baik… tapi hmm kamu busuklah… pergi main jauh-jauh lah jangan deket-deket aku boleh,” Agni menolak tubuh Cakka menjauhi.

“Tega banget sayang bilang bee busuk… kecil hati tau” Cakka berlalu setelah tubuhnya di tolak berkali-kali oleh Agni. Merajuk. Agni sekadar buat tak tahu.

“Tak pujuk pun…” Cakka mengeluh perlahan. Sedih. “Mana ada busuk, wangi adalah.” Cakka mencium baju yang di pakai.








______________________









Cakka muram. Matanya merenung gambar dia dan Agni yang diambil ketika  Wedding  mereka. Pusing dengan sikap Agni. Pantang dia dekat agni, kalo cakka dekat agni Mulai Agni rasa mual dan muntah-muntah. Setapak dia melangkah, dua langkah Agni melarikan diri. Alasan Agni, nggak tahan dengan bau badan Cakka.

“Kka, lu Baik?” Soal Alvin. matanya memandang wajah Cakka yang muram sedari tadi.

“Gua baik. Cuman Capek sedikit. Lu kaya gimana sekarang?”

“Kaya ginilah. Makin tembem. Sejak ada Alshil Gua banyak busy sikit. Shilla pun asyik ngambek aja ama gua. kata dia Gua asyik sibuk dengan Ashilla udah nggak peduli ama dia” Alvin riang bercerita.

“Betullah tu. Sekarang Kamu asyik dengan Alshil Aja. Tarasa keabaikan aku tau” balas Shilla.

“Alshilla Anak Kamu jugak dan sifatnya sama kaya kamu MANJA ” jawab Alvin. Cakka sekadar tersenyum melihat gelagat pasangan dihadapannya itu. bahagia.

________________________

Agni merenung wajah Balqis yang sudah tidur. matanya memandang jam di sudut meja. Hampir jam 12 malam. Cakka masih belum pulang. Sudah beberapa hari Cakka pulang lambat. Agni sendiri hairan. Sibuk banget emang di kantor sampai lambat pulang begini. Balqis juga udah mula bertanyakan ayahnya kenapa nggak suka pulang cepet. anak kecil itu mulai merindui kehadiran Cakka.

Lamunan Agni terhenti bila kedengaran suara mobil di luar rumah. Cakka sudah pulang. Agni mengemaskan ikatan rambutnya lalu melangkah ke pintu. Ingin menyambut kepulangan Cakka. Hatinya juga sudah mula merindui Cakka.

“Nggak tidur ?” Cakka bertanya sebaik melihat Agni.

“Nggak, tunggu kamu” balas Agni. Cakka sekadar mengangguk. wajahnya kosong. Capek .  Agni terasa hati dengan sikap Cakka yang dingin.

“Kenapa?” soal Cakka. Aneh melihat Agni yang masih kaku berdiri.

“Bee, kenapa pulang lambat mulu. kasian balqis. Beria tunggu kamu tau…” Ujar Agni. titisan airmata sudah mula membasahi pipi. Entah mengapa Agni begitu tersentuh melihat kedinginan sikap Cakka padanya. Kalau marah Agni janganlah libatkan anak.

“La… kenapa nangis ” Cakka  ingin menghampiri namun langkahnya terhenti bila teringatkan sikap Agni beberapa hari lalu. Pantang Cakka dekat mulai lah mual-mual dan bilang dia busuk.

“Udah jangan nangis. Aku mau mandi” ucap Cakka terus berlalu meninggalkan Agni.

Tangisan Agni makin kuat. Sampai hati Cakka. Ingatkan Cakka mau pujuk Agni. Agni makin terasa hati. Cakka hanya membiarkan Agni. Agni  semakin sedih. Tanpa sedar tangisan Agni menganggu tidur Balqis. anak kecil itu terjaga. matanya terkebil-kebil memandang Agni.

“Bunda nangis kenapa? jangan nangis lagi… Bilqis ada nie” Balqis memeluk Agni, mencium pipi Agni. ingin memujuk bundanya seperti yang selalu Agni lakukan padanya bila dia menangis. Agni terharu. Anak bunda…

“Ayah udah nggak sayang bunda…” tangis Agni. Walaupun bilqis bukan lahir dari rahimnnya tapi bilqis udah di anggap seperti lahir dari rahimnya. Tubuh Balqis dipeluk erat. Anak kecil itu hanya diam. tangan kecil itu menepuk perlahan tubuh bundanya. ingin memujuk. Akhirnya Balqis turut menangis bersama. Sedih melihat Agni menangis.











Cakka  yang baru turun kaget lihat Agni dan Balqis menangis.

“Kenapa ini, kok nangis nggak berhenti lagi?” tanya Cakka menghampiri Agni dan Balqis.

“Ayah pergi…” Balqis bersuara dalam esakan kecilnya.

“Kenapa ayah harus pergi?” ujar Cakka aneh.

“Ayah nggak sayang Bunda dan Qis.  Ayah buat Bunda sedih. Ayah buat bunda nangis..” balas Balqis. Anak kecil itu sudah berdiri dihadapan Agni. Ingin melindungi Agni dari Cakka.

“Apa ayah buat? ayah nggak buat apapun tau. Mana anak ayah tau yang ayah nggak sayang Bunda, tak sayang Qis?” tanya Cakka. Tubuh kecil itu diraih walaupun Balqis meronta ingin dilepaskan.

“Kamu, selalu pulang telat. Nggak ada waktu buat aku dan Bilqis” balas Agni. tangisannya sudah berhenti.

“Kamu lah… Aku ngambek tau, tapi Kamu buat nggak tahu aja…” balas Cakka.

“Mau ngambek kenapa?” tanya Agni. Tak puas hati.

“Yelah… Kamu pantang Aku deketin, mulai mau muntah segala. Siap bilang Aku busuk lagi. Kecil hati Aku tau…” Cakka  bersuara. meluahkan isi hatinya.

“Emang itu yang Aku rasa. Mau  buat kaya mana. Bukan salah Aku tau tapi salah baby dalam perut ini” jawab Agni. Balqis hanya memandang bunda dan ayahnya yang saling berbalas kata. Cakka pula terdiam. Otaknya mula mencerna kata-kata Agni. “Baby dalam perut…”

“Sayang Kamu pregnant?” tanya Cakka. Lupa Ngambek dihatinya. Pantas tubuh Agni diraih. Happy… nggak lama lagi mau jadi ayah untuk kali kedua. Pipi Agni dicium bertalu-talu.

“Kalaupun bee gembira, jangan peluk Aku kaya gini. Nggak malu di liat bilqis?”

“Nggak peduli lah, Biarlah Bilqis liat. ini menunjukkan betapa Ayah saying dekat bunda iyakan qis” balas Cakka.

“Betul, betul, betul” jawab Bilqis.

“Bilqis pun sayang bunda dan ayah” sambung bilqis lalu memeluk Agni dan Cakka. Agni dan Cakka ketawa melihat keletah Bilqis. Gembira.

“Happy birthday sayang…” bisik Cakka lalu mengcium pipi Agni. Agni berpaling. Matanya merenung Cakka.

“Sayang Ingat bee lupa ya? Nggak  mungkin Bee lupa hari lahir wanita yang paling bermakna dalam hidup Bee tau. I love u sayang” ucap Cakka  romantis. Agni tersipu-sipu apa lagi bila melihat Bilqis tersenyum riang mendengar kata Ayah pada bundanya itu.

“I Love U to…” jawab Agni malu-malu.

“Yey…Ayah cinta Bunda, Bilqis cinta bunda dan ayah,” jerit Bilqis. Cakka hanya ketawa gembira. Moga kebahagiaan ini berpanjangan selamanya…


























Oke, kali ini agni udah pregnant a.k.a mengandung a.k.a hamil a.k.a ada isi lah tuh perut yah, gimana yah pas  agni lahiran apa dia..

LANJUTTTTTTTTTTTTTTTTT



































TUJUH BULAN KEMUDIAN…
“Bee...” panggil Agni suatu malam. Cakka masih dibuai mimpi disamping Agni.

“Bee...” panggil Agni sekali lagi sambil menggoyangkan sedikit badan Cakka. Cakka tersedar.
Dia membuka mata sedikit dan menghadiahkan senyuman buat Agni sebelum memejamkan matanya kembali.

“BEEee...” jerit Agni kuat.

“Apa?” jawab Cakka antara sedar tak sedar.

“Perut Aku sakit...” Ujar Agni sambil menyeringai. Menahan rasa sakit yang mula menyucuk-nyucuk di perutnya dan di pinggangnya.

“Sayang mau Pup?” tanya Cakka yang masih mengantuk

 “Bukan Bee, Aku  rasa baby  udah mau keluar” balas Agni pula dalam nafas yang tersekat-sekat.

“Baby Mau keluar?” Ujar Cakka lagi yang ternyata masih lagi mamai. Tidak sedar dengan apa yang dituturkannya. Penat menguruskan hal-hal kantor, mengurus rumah dan nganter bilqis sekolah setiap pagi masih lagi terasa.

“Bee, baby udah mau keluar..!!” jerit Agni sambil mencubit lengan Cakka. Tidak tahan dengan rasa sakit yang semakin  menjadi-jadi.

Cubitan Agni yang terasa berbisa dilengannya telah membuatkan rasa mengantuk Cakka hilang begitu saja. Segar dan bulat matanya melihat Agni. Malah rasa Kaget menjadi berganda apabila melihat wajah Agni yang sudah mula basah dengan air mata.

“Bee, sakit..”

Hah, sakit?! PantasCakka bangun, nyalain lampu kamar tidur mereka. Koper  Agni beserta perlengkapan dan barang-barang bayi yang terletak di samping lemari dicapainya. Kunci mobil di atas meja disambarnya sebelum dia berlari bergegas masuk ke dalam mobil.

Agni tercengang melihatkan Cakka yang bergegas turun tanpa membawa dirinya bersama.

Belum sempat handbrake dilepaskan, barulah Cakka rasa rupanya Agni belum dibawanya. Cakka menepuk dahinya sekali. Ya Allah... Tertatih-tatih Cakka kembali berlari naik ke kamar untuk menbopong Agni.

“Bee lupa...” ucap Cakka sambil tersengih. Lantas badan Agni diangkat dan dibawa masuk ke dalam Mobil.

Untung bilqis lagi di ungsikan kerumah mamah cakka kalo nggak di ungsikan udah pasit anak itu dirumah sendiriaan.

“Bee, sakit Bee...” rintih Agni bersama-sama air mata yang mengalir dipipinya.

“Sabar, sayang...” hanya itu yang bisa Cakka ungkapkan disepanjang perjalanan mereka. Hatinya resah apabila mendengar rintihan Agni bersama linangan air mata. Ditambah pula dengan keadaan yang mengeliat ke kiri dan ke kanan kesakitan. Semuanya membuatkan hati Cakka menjadi tidak keruan. Gas ditekannya sekuat hati dan akhirnya mereka tiba di rumah sakit.

Setibanya di Rumah sakit. Cakka  berhenti betul-betul dihadapan pintu masuk UGD. Cakka turun dan pantas berlari membuka pintu untuk Agni. Kelihatan seorang suster berlari mendekati mereka sambil mendorong kursi roda. Dengan berhati-hati mereka mengangkat Agni dan meletakkannya di atas kursi roda. Lalu, Agni terus dibawa ke kamar bersalin.



***
Sepuluh menit sudah berlalu. Cakka mundar-mandir di hadapan pintu kamar bersalin. Rasa hatinya bercampur-campur di saat itu. Ada resah, bahagia dan sebagainya. Tiba-tiba Cakka baru teringat bahawa mamah dan papahnya serta mertuanya belum dikasih tau mengenai Agni, pantas jari-jemarinya menekan kipet HPnya untuk ngasih tau kalo agni lagi lahiran.

Sedang Cakka cemas sendirian, tiba-tiba pintu kamar bersalin tersebut terbuka. Kelihatan seorang suster keluar dan mendekatinya.

“Bapak ini suami ibu Agni?” Tanya suster tersebut.

“Ya..” jawab Cakka bersama debaran di hati. Bimbang ada berita yang kurang enak yang bakal disampaikan kepadanya.

“Ibu Agni panggil bapak supaya masuk,” kata suster itu lagi sambil tersenyum. “Mari pak..” ucap suster  itu lagi sebelum mempersilakan Cakka masuk. Dengan perasaan yang berbaur-baur, Cakka menurut setiap jejak suster tersebut.

Sebaik sahaja tiba di dalam kamar bersalin, kelihatan Agni yang sedang berbaring di sebuah tempat tidur. Terdapat beberapa orang Suster dan seorang doktor yang sedang menemani Agni. Agni  yang merasa akan kelibat  cakka lantas cakka menghulurkan tangan kepada agni. Pantas Agni menyambut huluran tangan Agni. Wajah Agni yang jelas menunjukkan riak perit akibat menanggung kesakitan, benar-benar menusuk hatinya.

“Sabar sayang..”

Aaaahhh!! Jerit Agni kuat secara tiba-tiba. Pegangan tangan Agni ditangan Cakka menjadi semakin erat.

Dumm!! Cakka tumbang. Tercengang seketika orang-orang yang ada di dalam kamar bersalin tersebut. Dalam menyerigai sakit, Agni ketawa.

***


Sinaran cahaya yang terang terasa seakan-akan menyilaukan matanya. Perlahan-lahan Cakka membuka matanya. Samar-samar kelihatan Bilqis, mamah, papahnya  serta mertuanya yang sedang berkerumun di tempat tidur. Cakka coba mengingati apa yang berlaku tadi. Agni?! Langsung Cakka bangun dari pembaringannya.


“Dah bangun kamu Cakka?” tegur Papah Agni tatkala menyedari menantunya itu sudah sedar dari pingsannya. Teguran papah Agni telah menyebabkan lima pasang mata yang lain turut melihat ke arah cakka.

Cakka tidak mengendahkan pandangan semua yang ada di kamar itu tetapi terus dia melangkah mendekati Agni yang sedang menyusukan anaknya.

“Sayangg...” ucap Cakka perlahan. Wajah kecapeaan Agni direnungnya penuh simpati. Tangan Agni dicapainya dan dicium sekali, lama. Agni tersenyum ke arah Cakka.

“Sayang, sehabis ini bee nggak mau temenin sayang kalo lagi lahiran..” ucap Cakka tiba-tiba. Pecah tawa yang ada di kamar itu. Agni pula hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ternyata cakka takut sama darah.